Home Pemerintahan Pemerintah Diminta Perhatikan Kebutuhan Perumahan untuk Masyarakat Adat yang Terdampak di IKN
Pemerintahan

Pemerintah Diminta Perhatikan Kebutuhan Perumahan untuk Masyarakat Adat yang Terdampak di IKN

Share
Progres pembangunan RS Abdi Waluyo di IKN. Foto: Tangkapan layar YouTube
Share

IKNPOS.ID – Dalam rapat kerja yang berlangsung pada Senin, 9 Desember 2024, Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) mendesak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait untuk memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan perumahan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN).

Fokus utamanya adalah untuk masyarakat adat serta warga terdampak pembangunan IKN yang hingga kini belum tersentuh secara optimal oleh program perumahan pemerintah.

Senator asal Kalimantan Timur, Yulianus Henock, menyampaikan kritik bahwa pembangunan perumahan di IKN selama ini lebih banyak diarahkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para menteri, sementara masyarakat adat dan warga terdampak pembangunan belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Selama ini kita lihat gencar sekali berita tentang pembangunan hunian rumah susun untuk ASN dan rumah tapak bagi para menteri, tetapi belum ada pembangunan untuk pemenuhan kebutuhan rumah bagi warga terdampak pembangunan IKN serta masyarakat adat di sekitar IKN. Masyarakat adat juga perlu rumah layak huni, jangan sampai program 3 juta rumah per tahun salah sasaran kepada orang-orang yang sudah mampu,” tegas Yulianus Henock.

Yulianus menambahkan bahwa pemenuhan rumah murah yang terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah harus menjadi prioritas utama.

Pasalnya, para pengembang selama ini lebih banyak memusatkan perhatian pada pembangunan untuk segmen menengah ke atas, yang sering kali tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat kecil.

Yulianus juga mendorong Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk berkolaborasi dengan Komite II DPD RI dalam menjalankan program-program perumahan yang lebih berpihak pada rakyat kecil.

Ia menekankan pentingnya peran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari para pengembang untuk membantu menyediakan rumah murah.

“Seharusnya pemerintah mendesak agar pengembang-pengembang menggunakan CSR atau peran tanggung jawab sosialnya untuk membangun rumah murah,” tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya perhatian terhadap pembangunan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang kerap diabaikan dalam proyek perumahan.

Share
Related Articles
IKN GAK MANDEK, Setkab sebut ini Prioritas Nasional--Humas OIKN
Pemerintahan

IKN GAK MANDEK! Setkab: Ini Prioritas Nasional

IKNPOS.ID - Sekretariat Kabinet (Setkab) menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak...

Investasi IKN era Prabowo
Pemerintahan

Menteri PU Yakinkan Investor: Tak Perlu Ragu, IKN Jadi Prioritas Utama Presiden Prabowo

IKNPOS.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengirimkan sinyal kuat kepada...

Investasi Swasta di IKN
Pemerintahan

Magnet Investasi IKN: Lima Perusahaan Besar Resmi Teken Kontrak Pembangunan Sarana Pendukung

IKNPOS.ID - Geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin kuat seiring masuknya...

Pembangunan Gedung Legislatif IKN
Pemerintahan

Perbaiki Desain dan Fungsi, Presiden Prabowo Targetkan IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028

IKNPOS.ID - Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap progres pembangunan Ibu...