Dody menyampaikan bahwa program Quick Wins mencakup pembangunan jalan, jembatan, pasar rakyat, serta sarana kesehatan dan olahraga. Pengembangan infrastruktur ini bertujuan untuk memastikan konektivitas yang baik, terutama di daerah-daerah sentra pangan, serta mendukung pembangunan kawasan pariwisata dan industri.
“Salah satu fokus utama dari program Quick Wins Kementerian PU adalah mendukung ketahanan pangan,” kata Dody.
Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi manfaat bendungan yang sudah dibangun untuk mendukung irigasi, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai wilayah.
Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pasokan pangan, khususnya di daerah-daerah yang menjadi sentra pangan, seperti Kalimantan Tengah, Merauke, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, pembangunan dan renovasi sekolah juga menjadi bagian dari program Quick Wins ini.
Kementerian PU menargetkan untuk membangun atau merenovasi sebanyak 11.420 unit sekolah di berbagai pelosok tanah air, mulai dari TK hingga SMA, SMK, dan madrasah.
“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan di seluruh Indonesia, sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun,” tutur Dody.
Menyongsong Masa Depan dengan Infrastruktur Terpadu
Program Quick Wins Kementerian PU ini merupakan langkah besar dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks.
Dari pembangunan IKN yang bertujuan untuk menciptakan pusat pemerintahan yang modern dan terintegrasi di Kalimantan Timur, hingga upaya perlindungan wilayah Jakarta melalui pembangunan Giant Sea Wall, pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan infrastruktur yang dapat mendukung kemajuan ekonomi dan sosial di seluruh Indonesia.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat, diharapkan program Quick Wins ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan nasional. (*)