IKNPOS.ID – Hilirisasi dan industrialisasi mineral menjadi program strategis yang diandalkan oleh pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
Program ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah dari komoditas mineral dan batu bara, tetapi juga membawa dampak positif bagi sektor pertambangan dan menciptakan multiplier effect yang kuat.
Dalam Business Summit 1 Dekade CNN Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan 28 komoditas unggulan, termasuk mineral dan batu bara, untuk menjadi pilar pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.
Komoditas-komoditas unggulan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak investasi, mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih bergantung pada investasi ketimbang konsumsi.
Hilirisasi: Katalis untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar dunia, Indonesia harus membawa hilirisasi sebagai trigger pertumbuhan. “Hilirisasi adalah bagian penting untuk mencapainya,” kata Bahlil.
Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi yang bertugas memperkuat tata kelola dan mempercepat program hilirisasi agar lebih efektif dan efisien.
Hal ini merupakan upaya untuk menyinkronkan berbagai inisiatif agar pelaku usaha dapat berinovasi lebih cepat dalam mendukung hilirisasi di sektor mineral.
Peran MIND ID dalam Hilirisasi dan Industrialisasi
MIND ID, sebagai BUMN Holding Industri Pertambangan, memiliki peran strategis dalam mengelola cadangan mineral dan menjalankan program hilirisasi.
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, menjelaskan bahwa hilirisasi telah terbukti membawa dampak positif baik bagi kinerja perusahaan maupun ekonomi daerah dan nasional.
Contohnya, melalui proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, MIND ID membantu pemerintah mengurangi impor dan menghemat devisa.
Produk alumina yang dihasilkan kini menjadi bahan baku untuk industri aluminium domestik, yang digunakan dalam sektor otomotif dan konstruksi di Indonesia.