Rest area juga harus menyediakan fasilitas makan yang nyaman dan layak. Diana menekankan bahwa, bagi pengendara, rest area bukan hanya tempat untuk beristirahat, tetapi juga untuk makan bersama keluarga. Oleh karena itu, restoran atau warung makan di rest area harus menyediakan makanan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk keluarga.
“Kita kan bepergian dengan keluarga, jadi tempat makan harus memberikan rasa aman dan nyaman. Jangan sampai tempat makannya semrawut, karena itu akan mempengaruhi pengalaman perjalanan,” tambahnya.
Diana juga memberikan beberapa catatan khusus bagi pengelola rest area terkait persiapan menghadapi Nataru. “Selain kebersihan dan kenyamanan, yang perlu diperhatikan adalah manajemen arus pengunjung dan kendaraan di rest area. Setiap pengelola harus memastikan ada cukup tempat parkir dan pengaturan jalur yang jelas agar kendaraan tidak terjebak terlalu lama di area tersebut,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Wamen PU berharap bahwa pengelolaan rest area dan tol Trans Jawa pada musim libur Nataru mendatang akan berjalan lancar tanpa kendala besar. Dengan persiapan yang matang, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman, sekaligus mempercepat proses pemulihan sektor pariwisata yang diharapkan dapat menggerakkan perekonomian. (*)