IKNPOS.ID – Presiden Prabowo Subianto ingin masyarakat lokal terlibat aktif dalam proses pembangunan di IKN (Ibu Kota Nusantara), Kalimantan Timur.
Pelibatan itu tidak hanya mempercepat pembangunan saja. Tetapi juga memastikan proyek sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi rakyat.
Partisipasi masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan IKN.
Pertama, masyarakat setempat memiliki pengetahuan lokal yang dapat memberikan wawasan mendalam tentang kebutuhan dan harapan komunitas lokal.
Dengan mendengarkan masyarakat, pemerintah bisa mengidentifikasi permasalahan yang mungkin tidak terdeteksi dari perspektif yang lebih luas.
Kedua, keterlibatan masyarakat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Ketika warga dilibatkan dalam pengambilan keputusan, peluang untuk mencegah praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang menjadi lebih besar.
Hal ini akan memastikan bahwa pembangunan IKN berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Ketiga, pelibatan masyarakat menciptakan rasa memiliki terhadap proyek ini.
Ketika warga merasa menjadi bagian dari proses pembangunan, mereka akan lebih mendukung dan menjaga keberlanjutan proyek tersebut.
Ini adalah faktor penting untuk kesuksesan jangka panjang IKN sebagai ibu kota baru Indonesia.
Salah satunya adalah mengadakan forum dialog di berbagai tingkatan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan saran terkait pembangunan IKN.
Pemerintah juga merencanakan sosialisasi yang lebih intensif untuk memperkenalkan manfaat dan dampak IKN kepada masyarakat.
Dengan pemahaman yang lebih baik, dukungan masyarakat diharapkan akan semakin meningkat.
Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek ini.
Agar partisipasi masyarakat dapat berjalan optimal, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang memadai.
Pemerintah berencana menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam berbagai bidang yang mendukung pembangunan. Termasuk manajemen proyek, pengelolaan lingkungan, dan kewirausahaan.