IKNPOS.ID – Otorita IKN dan Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) menggelar dalam seminar online berjudul: “Managing Complex Project: Experience from IKN Development” pada Jumat, 29 November 2024.
Seminar yang bertujuan berbagi wawasan dan pengalaman dalam mengelola pembangunan berskala besar.
Seperti IKN, yang mencerminkan kompleksitas manajemen lintas sektor, tata kelola sumber daya, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita dapat belajar banyak dari pembangunan IKN yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Namun tetap berhasil berjalan sesuai perencanaan. Pengalaman ini penting untuk dibagikan dan menjadi bahan pembelajaran bagi manajemen proyek di seluruh Indonesia. Sehingga standar keberhasilan yang sama dapat diterapkan secara luas,” ujar Ketua IAMPI, Profesor Khrisna Suryanto.
Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan saat ini, 58 persen Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia berasal dari Pulau Jawa.
Hal ini, mencerminkan ketimpangan konsentrasi ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut. Tak hanya itu. Ketergantungan ekonomi yang tinggi pada Jawa dan tekanan besar terhadap infrastruktur serta lingkungan di wilayah tersebut.
Pembangunan IKN di Kalimantan Timur bertujuan untuk mendiversifikasi pusat ekonomi nasional, sehingga mendorong pertumbuhan wilayah lain, terutama di Indonesia tengah dan timur.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan proyek berskala besar yang kompleks. Yaitu mencakup pengembangan konektivitas infrastruktur untuk menghubungkan IKN dengan wilayah lain di Kalimantan.
Selain itu, IKN dengan seluruh Indonesia melalui jaringan jalan raya serta pelabuhan udara dan laut.
Proyek ini merupakan kolaborasi multisektor yang melibatkan berbagai kementerian, sektor swasta, dan pemangku kepentingan.
Mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional, sehingga membutuhkan koordinasi yang kuat.
“Kami perlu memastikan koordinasi dan pengelolaan proyek dilakukan secara matang dan terstruktur agar rencana dapat direalisasikan dengan baik,” jelas Danis.