IKNPOS.ID – Kalimantan Timur (Kaltim) menutup gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 dengan bertengger di peringkat 8 klasemen raihan medali. Atlet–atlet Kaltim berhasil meraih 29 medali emas, 55 perak, dan 69 perunggu.
Pencapaian itu masih di bawah target yang dicanangkan, yakni masuk 5 besar PON 2024. Untuk bisa meraih prestasi lebih baik di pentas olahraga nasional, Kaltim mulai melakukan pencarian atlet bibit unggul di provinsi tersebut.
Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) terus memperluas akses pencarian atlet muda di seluruh penjuru provinsi, hingga ke pelosok maupun daerah-daerah terpencil, termasuk kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Beberapa daerah penyangga IKN, seperti Kecamatan Sepaku dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dikenal sebagai daerah yang ikut menyumbang atlet ke kontingen Kaltim.
“Pengembangan olahraga harus mencakup seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali di daerah yang sulit dijangkau, maka kami perluas pencarian atlet berbakat hingga pelosok daerah,” kata Analis Kebijakan Muda Dispora Kaltim, Sulaiman di Samarinda, Sabtu 16 November 2024.
Ini dilakukan karena penggalian potensi di kawasan pelosok atau 3T (terpencil, terluar, dan terdepan) terkadang terlewatkan dalam upaya pengembangan potensi atlet, sementara bisa jadi di kawasan pelosok ada pemuda maupun remaja yang memiliki potensi di cabang olahraga tertentu yang bisa dikembangkan.
Melalui program yang melibatkan kerja sama dengan berbagai cabang olahraga (cabor) dan pemerintah kabupaten/kota, Dispora Kaltim berkomitmen memberikan kesempatan yang sama bagi generasi muda di setiap wilayah.
Menurutnya, meski di kawasan 3T atau di daerah yang masih belum memiliki fasilitas lengkap untuk pengembangan olahraga, namun jika ada yang memiliki potensi dan dilakukan pembinaan secara berkesinambungan, diyakini keterampilan dan fisik mereka akan meningkat.
“Kami percaya bahwa setiap anak muda, di mana pun mereka berada, harus memiliki kesempatan untuk berkembang dan menggapai impian mereka di bidang olahraga,” ujar Sulaiman