Hal ini menjadi kontras dibandingkan dengan pasangan calon lain seperti Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim dan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta, yang lebih fokus pada isu-isu lokal dalam pemaparan visi dan misi mereka.
Latar Belakang Pilgub Jatim 2024
Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 menjadi ajang penting bagi para calon untuk memaparkan visi mereka.
Sebagai provinsi dengan populasi besar dan perekonomian yang kuat, arah pembangunan Jawa Timur di bawah kepemimpinan baru diharapkan akan terus mendukung pembangunan nasional, termasuk IKN.
Pasangan Khofifah-Emil, yang sebelumnya memimpin Jawa Timur selama periode 2019-2024, kini berusaha mempertahankan kursi mereka dengan program yang memperkuat posisi Jatim sebagai pemain utama dalam peta pembangunan Indonesia.
Cagub dan Cawagub Jatim, Khofifah dan Emil Dardak, justru memuji IKN (Ibu Kota Nusantara) saat debat Pilgub Jatim hari ini, 18 November 2024.
Hal itu disampaikannya setelah calon lain diberi kesempatan memaparkan visi dan misi seperti Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim, serta Risma dan Zahrul Azhar Asumta.
Ibu Kota Nusantara yang digagas eks Presiden Jokowi, lalu dilanjutkan Presiden Prabowo, disebut dalam kampanye dan pemaparan visi misi Cagub Jatim petahana tersebut.
Pasangan itu memang diusung KIM Plus, koalisi yang mengantarkan presiden saat ini menjadi orang nomor 1 di Indonesia, juga menjadi koalisi yang mengusung Joko Widodo pada 2019.
Debat Pilgub Jatim, Khofifah-Emil justru memuji IKN Pernyataan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 tersebut muncul saat menjelaskan komitmen Jawa Timur dalam pembangunan lima tahun ke depan.
Sebelumnya, mereka memang menjabat jabatan tersebut sejak 2019-2024, lalu maju kali pada Pilkada 2024 kali ini.
“Pemerintah saat ini berkomitmen mengembangkan Ibu Kota Nusantara sebagai pembangunan yang Indonesia-sentris, yang mengakselerasi kawasan timur Indonesia. Dengan posisi Jatim sebagai penyumbang kedua perekonomian Indonesia, lumbung pangan, pusat industri, pusat perdagangan nasional, Jatim senantiasa siap jadi provinsi gerbang baru Nusantara,” ujar Emil Dardak.