Home Borneo Aparatur Desa se-Kaltim Diberi Pemahaman Etika dan Keamanan Digital
Borneo

Aparatur Desa se-Kaltim Diberi Pemahaman Etika dan Keamanan Digital

Share
Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim Fahmi Asa.Foto:Pemprov Kaltim
Share

IKNPOS.ID – Aparatur Desa di Kalimantan Timur (Kaltim) dituntut mengikuti perkembangan teknologi digitalisasi terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN),. Namun penting bagi Aparatur Desa mengetahui etika dan keamanan digital. Pasalnya, teknologi digitalisasi memilik risiko.

Melalui acara Training of Trainer (ToT) Pelatihan Perencanaan Pembangunan Desa berbasis Learning Management System (LMS) Tahun 2024, Aparatur Desa se-Kalimantan Timur (Kaltim) diberikan pemahaman mengenai manfaat dan juga risiko serta etika dan keamanan digitalisasi.

Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Kaltim Fahmi Asa mengatakan, teknologi digital memang memberikan manfat, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diwaspadai terutama di tingkat desa.

Karena itu, penting bagi Aparatur Desar mengerti mengenai teknologi digital dan juga risikonya.

Dia menjelaskan, digitalisasi semakin masif baik di seluruh dunia maupun di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru, hampir 66,5 persen masyarakat Indonesia kini telah terhubung dengan internet, dan sekitar 49 persen memiliki akun media sosial.

“Meski memberikan banyak manfaat, dunia digital juga memiliki risiko yang perlu diwaspadai terutama di tingkat desa,” ujar Fahmi Asa di Hotel Puri Senyiur, Senin 4 November 2024.

Fahmi mengatakan, saat ini judi online, hoaks, pornografi, dan perundungan semakin marak di dunia maya.

Karenanya, Aparatur Desa perlu dibekali pengetahuan dasar untuk berinteraksi dan berkolaborasi secara efektif dalam pembelajaran online, serta memahami pentingnya etika digital dalam setiap aktivitas di ruang digital.

“Aparatur desa tidak hanya dikenalkan dengan manfaat teknologi digital, tetapi juga dengan bahayanya,” ujar Fahmi,

Dengan memahami ini, mereka diharapkan dapat berinteraksi dan berkolaborasi secara aman dan produktif.

Selain itu, etika digital menjadi komponen krusial dalam digitalisasi. Dalam dunia digital, setiap pengguna diharapkan menerapkan sikap dan etika yang baik.

Contoh nyata adalah dampak negatif dari penyebaran berita hoaks yang tidak terfilter, yang bisa menimbulkan kerusuhan.

Share
Related Articles
Borneo

Upaya Pemkab PPU Perkuat Irigasi di Serambi IKN: Libatkan Kelompok Tani

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur...

Borneo

Tersedia Anggaran Rp400 Miliar, Perbaikan Jalan di Provinsi Penyangga IKN Akan Dioptimalkan

IKNPOS.ID - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi...

Pesan Rudy ke Bankaltimantara
Borneo

TERUNGKAP! Bos CV Afisera Buka-bukaan Soal Pengadaan dan Pengembalian Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Pemprov Kaltim, Ini Alur Lengkapnya

IKNPOS.ID - Direktur Utama CV Afisera, Subhan, akhirnya memaparkan secara rinci proses...

Borneo

Duh! 6.972 Kasus Perceraian di Kalimantan Timur Sepanjang 2025, Samarinda Tertinggi! Ini 7 Faktor Penyebab Terbesarnya

IKNPOS.ID - Kasus perceraian di Kalimantan Timur sepanjang 2025 menjadi sorotan setelah...