4. Perubahan Hormon
Tahukah kamu kalau perubahan hormon juga bisa jadi penyebab gusi berdarah? Ini sering terjadi pada masa kehamilan, menstruasi, atau masa pubertas. Selama periode-periode tersebut, aliran darah ke gusi meningkat, sehingga gusi menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap perdarahan. Gusi berdarah saat sikat gigi juga sering dialami oleh ibu hamil, karena hormon yang berubah dapat melemahkan sistem imun tubuh, membuat gusi lebih mudah terinfeksi.
5. Kebiasaan Merokok
Merokok bukan hanya buruk untuk kesehatan paru-paru, tapi juga untuk kesehatan gusi. Rokok dapat mengurangi aliran darah ke gusi, sehingga gusi menjadi lebih lemah dan rentan terhadap infeksi. Kalau kamu perokok aktif, kemungkinan besar kamu lebih sering mengalami gusi berdarah. Berhenti merokok bisa sangat membantu memperbaiki kesehatan gusi kamu dan mengurangi risiko terjadinya masalah gigi lainnya.
6. Penyakit Tertentu dan Pengobatan
Beberapa penyakit dan obat-obatan juga bisa meningkatkan risiko gusi berdarah. Misalnya, penyakit seperti diabetes, gangguan pembekuan darah (seperti hemofilia), atau kanker darah (leukemia) bisa mempengaruhi kesehatan gusi. Selain itu, obat-obatan seperti pengencer darah (misalnya warfarin atau aspirin) juga dapat menyebabkan perdarahan lebih mudah, termasuk pada gusi. Jika kamu sedang mengonsumsi obat-obatan ini atau memiliki kondisi medis tertentu, pastikan untuk selalu konsultasi dengan dokter atau dokter gigi tentang bagaimana cara menjaga kesehatan gusi yang tepat.
Cara Mengatasi Gigi Berdarah Saat Sikat Gigi
Sekarang kamu sudah tahu beberapa penyebab utama gusi berdarah. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
Jaga Kebersihan Mulut: Sikat gigi secara teratur, minimal dua kali sehari, dengan sikat gigi berbulu lembut. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menjaga gigi tetap sehat.
Pakai Benang Gigi: Gunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.