Akmal berharap Berau Coal dan perusahaan pemegang IUP lainnya dapat memberikan contoh membangun berkelanjutan. Ada contoh baik dari praktik tambang.
Misal saja, membantu mewujudkan ketahanan pangan di daerah melalui pemanfaatan areal lahan eks tambang di sekitar perusahaan. Minimal, untuk keperluan sayur mayur dan ikan di lokasi perusahaan tidak mengganggu pasar lokal di masyarakat.
Selanjutnya ia meminta Berau Coal agar dapat terus membantu pemerintah daerah untuk penanganan inflasi dan membangun kemandirian.
“Perusahaan harus bantu menanam pangan untuk keperluan sendiri, sehingga tidak mengganggu pasar masyarakat,” tandasnya.
Sedangkan soal kerusakan yang diakibatkan tambang, Akmal menyebut itu sebagai ulah pihak-pihak tak bertanggung jawab.
“Persoalannya itu, ada yang juga mau ikut menggali, tapi tidak punya sumber daya untuk mengembalikannya lagi (tambang ilegal),” pungkasnya.