IKNPOS.ID – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara masih menjadi lumbung pangan utama bagi Kalimantan Timur.
Kontribusi daerah ini sangat besar dalam memenuhi berbagai kebutuhan bahan pangan, seperti padi, sayur-sayuran, ternak ayam, serta hasil perikanan.
Menurutnya, Kutai Kartanegara terus menjadi pusat produksi pangan di Kaltim. Komoditasnya meliputi banyak aspek, dari tanaman pangan hingga peternakan dan perikanan.
“Sekitar 30,16 persen usaha pertanian di Kaltim berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sisanya tersebar di seluruh kabupaten dan kota lainnya,” kata Yusniar dalam keterangannya, Sabtu 12 Oktober 2024.
Selain tanaman pangan, sektor perkebunan dan kehutanan, kata Yusniar, Kutai Kartanegara juga memiliki peran signifikan terkai tanaman kehutanan seperti meranti, rimba campuran, akasia, dan eukaliptus banyak diusahakan oleh Usaha Perusahaan Berbadan Hukum (UPB) di Kalimantan Timur.
“Produk-produk kehutanan ini telah lama menjadi salah satu komoditas unggulan di sektor pertanian yang terus dikembangkan,” tambahnya.
Permintaan terhadap berbagai produk kayu untuk bahan bangunan, furnitur, dan kebutuhan lainnya juga masih tinggi.
Namun, Yusniar menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah isu deforestasi, yang memaksa perusahaan kehutanan untuk menerapkan praktik berkelanjutan.
“Saat ini, perusahaan-perusahaan kehutanan dituntut untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Deforestasi menjadi tantangan yang perlu dihadapi dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan,” tutupnya.
Dengan kontribusi yang signifikan ini, Kabupaten Kutai Kartanegara diharapkan dapat terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dan pusat produksi kehutanan di Kalimantan Timur, sambil tetap menjaga keseimbangan ekologi yang diperlukan untuk keberlanjutan jangka panjang.