Home Borneo Dampak Pembangunan IKN, Sektor Konstruksi di Kaltim Tumbuh 16,16 Persen
Borneo

Dampak Pembangunan IKN, Sektor Konstruksi di Kaltim Tumbuh 16,16 Persen

Share
Share

IKNPOS.ID – Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan positif di triwulan II 2024, didorong oleh peningkatan signifikan di sektor konstruksi dan perdagangan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim, Budi Widihartanto, menyatakan bahwa pertumbuhan ini terutama dipacu oleh percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Menurut Budi, sektor konstruksi tumbuh sebesar 16,16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 12,26 persen (yoy).

“Pertumbuhan ini sejalan dengan percepatan pengerjaan target fungsional IKN,” ungkapnya, dikutip Kamis, 17 Oktober 2024.

Selain itu, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk IKN juga melonjak tajam hingga 210,81 persen (yoy) pada triwulan II 2024, yang turut mendukung perkembangan sektor konstruksi.

Sektor perdagangan pun mencatatkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan 9,76 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,34 persen (yoy).

“Peningkatan permintaan dan tingginya aktivitas ekonomi, termasuk kegiatan meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE), menjadi pendorong utama sektor perdagangan,” tambah Budi.

Sementara itu, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar bagi struktur ekonomi Kaltim dengan kontribusi 38,69 persen, meski pertumbuhannya melambat menjadi 6,44 persen (yoy) dari 10,47 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Perlambatan ini disebabkan oleh penurunan permintaan dari negara mitra utama seperti Tiongkok dan negara-negara ASEAN, serta tingginya curah hujan yang mencapai rata-rata 219,1 mm per bulan.

Sektor pertanian juga mengalami perlambatan, tumbuh sebesar 3,09 persen (yoy), lebih rendah dari 3,77 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Penurunan harga komoditas pangan seperti bawang merah dan tomat akibat panen raya menjadi salah satu faktor utama perlambatan ini.

Namun, sektor industri pengolahan mengalami kontraksi sebesar -2,31 persen (yoy), akibat penurunan produksi crude palm oil (CPO) dan pengolahan gas.

Share
Related Articles
Borneo

Menkop Ferry Juliantono: Alfamart-Indomaret Stop Ekspansi ke Desa

IKNPOS.ID - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengeluarkan pernyataan tegas terkait peta...

Borneo

Upaya Pengamanan Ramadan hingga Arus Balik, Operasi Gabungan Digelar di Serambi IKN

IKNPOS.ID - Operasi gabungan lintas instansi digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara...

Borneo

Pemkab PPU Siapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha di Serambi IKN yang Tak Patuhi SE Ramadan

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) telah...

Pesan Rudy ke Bankaltimantara
Borneo

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Ungkap Alasan Beli Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar: Singgung soal Marwah Kaltim!

IKNPOS.ID - Pernyataan Rudy Mas'ud terkait rencana penggunaan mobil dinas senilai Rp...