“Saya sudah jalan darat ke Berau. Saya tidak ada menemukan fasilitas publik yang khusus disediakan oleh pemerintah,” kritiknya.
Akmal menegaskan, pemerintah harus hadir menyiapkan fasilitas rest area. Namun hingga saat ini, banyak pemangku kepentingan di bidang transportasi darat saling menunggu dan tidak ada inisiatif untuk membangun.
Rest area yang akan dibangun nanti merupakan kerja kolaborasi antara pemerintah dan private sector melalui PPM Minerba.
Bangunan fisik rest area akan dibangun oleh Forum PPM, sementara pemerintah bisa menyiapkan tenaga kesehatan. Para pengguna jalan sekaligus bisa melakukan cek kesehatan saat berada di rest area tersebut.
“Rest area ini ruang publik. Jadi semua bisa singgah, walaupun tidak berbelanja. Di situ nanti juga akan dipasarkan produk-produk UMKM,” ujarnya.
Bahkan, Akmal Malik usul agar para pemijat-pemijat tunanetra yang bisa diberdayakan di rest area itu, selain juga UMKM.
Bahkan dalam jangka panjang, Forum PPM juga harus membaca peluang untuk membuka stasiun pengisian bahan bakar selain rest area.
Soal pengelolaan rest area, Akmal menyarankan agar Forum PPM bekerja sama dengan badan usaha milik desa setempat. Demikian juga soal lokasi rest area, Forum PPM sudah mulai melihat potensi-potensi kawasan yang diinginkan.
Adapun jalur yang akan dibangun rest area adalah Penajam – Paser, Samarinda – Bontang, Bontang – Berau, Samarinda – Kutai Barat dan lainnya.