IKNPOS.ID – Peningkatan Sumber Daya Manusia di IKN (Ibu Kota Nusantara), Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian serius pemerintah.
Sebagai ibu kota negara yang baru, pembangunan IKN berfokus pada prinsip Indonesia sentris. Selain itu, memastikan kesetaraan pembangunan di IKN dan wilayah sekitarnya.
“Kuncinya ada pada pembangunan SDM yang inklusif,” ujar Asisten Deputi Penanganan Kemiskinan Kemenko PMK, Katiman belum lama ini.
Menurutnya, Pembangunan SDM di IKN harus memastikan tidak ada kesenjangan atau disparitas di wilayah tersebut.
Tidak hanya di wilayah IKN, tetapi juga memperhatikan sekitarnya. Seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan. “Pembangunan di IKN harus bergerak dan berjalan secara terpadu,” imbih Katiman.
Hal senada juga disampaikan Direktur Pelayanan Dasar Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Suwito. Dia menjelaskan isu-isu utama terkait pendidikan dan kesehatan di kawasan Nusantara.
Suwito menekankan pentingnya peningkatan kualitas sekolah, sarana prasarana pendidikan, serta rumah sakit dan tenaga kesehatan yang memadai.
Selain itu isu ketenagakerjaan yang lebih berkualitas. Karena itu, memerlukan afirmasi kebijakan dari semua pihak.
“Masyarakat lokal membutuhkan kebijakan afirmasi khususnya untuk pekerjaan dengan keterampilan tinggiyang tersedia di enam klaster ekonomi atau superhub IKN. Peluang kerja sangat terbuka. Tetapi SDM lokal masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP,” ujar Suwito.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat OIKN Conrita Ermanto menambahkan perlunya desain pembangunan manusia yang berkelanjutan di IKN.
“Masyarakat lokal harus diberdayakan. Tujuannya agar bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan IKN,” papar Conrita.
Untuk itu, perlu sinergi untuk membahas data dasar sebagai acuan intervensi program serta merumuskan regulasi.
Hal ini sebagai dasar kerja sama OIKN, Pemda Mitra, kementerian dan lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat di IKN.