IKNPOS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa semua kendaraan yang beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) wajib menggunakan tenaga listrik.
Kebijakan ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan IKN sebagai kota hijau dengan emisi nol, serta untuk memastikan kualitas udara yang lebih bersih di masa depan.
Presiden Jokowi bahkan menyampaikan bahwa kendaraan berbahan bakar bensin atau konvensional tidak akan diizinkan masuk ke IKN.
Jika ada yang tetap berusaha masuk dengan kendaraan non-listrik, mereka akan dihentikan di perbatasan kota dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke dalam IKN.
Ridwan Kamil, yang ditunjuk sebagai Kurator Pembangunan IKN, turut mendukung kebijakan ini. Ia menjelaskan bahwa IKN akan menjadi kota paling hijau di dunia, dengan semua kendaraan yang melintas di sana berbasis listrik.
Sebagai kurator, Ridwan Kamil bertanggung jawab atas quality control dalam perencanaan desain infrastruktur kota, termasuk penerapan kebijakan kendaraan listrik.
“Saya disarankan Presiden sebagai kurator IKN yang berarti saya bertanggung jawab atas quality control dalam perencanaan desain infrastruktur. Kami akan menjadi kota dengan emisi nol,” kata Ridwan Kamil saat menjadi pembicara di acara Sustainable Business Summit 2024 di Singapura, dikutip Rabu, 21 Agustus 2024.
Ridwan Kamil juga menekankan bahwa jika ada pengendara mobil bensin yang berusaha masuk ke IKN, mereka akan dihentikan di perbatasan dan diminta mengganti kendaraan mereka dengan mobil listrik.
“Jadi, Nusantara ketika sudah selesai dibangun, akan menjadi kota kendaraan listrik. Maka, kalau kamu mengemudikan mobil bensin (ke IKN), kami akan menghentikanmu di perbatasan kota dan (meminta) menggantinya dengan mobil listrik,” jelasnya.
Presiden Jokowi sebelumnya juga menegaskan keinginannya untuk mencapai Air Quality Index (AQI) dengan angka nol di IKN.
Untuk mewujudkan hal ini, penggunaan alat transportasi ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik, dianggap sebagai solusi yang paling efektif.