Home Tekno Otorita IKN Lakukan Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045
Tekno

Otorita IKN Lakukan Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045

Share
Otorita IKN Lakukan Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045--Humas OIKN
Share

IKNPOS.ID – Pengembangan riset dan inovasi merupakan bagian utama yang tidak lepas dari prinsip pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Karena itu, diperlukan pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui pengembangan ekosistem inovasi dan kolaborasi antara berbagai sektor.

Mulai dari pemerintah, institusi pendidikan internasional, dan industri teknologi global. Hal itu kini sedang dikembangkan di IKN melalui Nusantara Knowledge Hub atau K-Hub.

“Potensi pengembangan riset dan inovasi di Ibu Kota Nusantara adalah dalam rangka mempersiapkan generasi unggul di Indonesia Emas 2045,” ujar Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Prof Ali Berawi, pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Sebelumnya, Otorita IKN juga tengah menyiapkan peta jalan pendidikan untuk menciptakan generasi kompeten menuju Indonesia Emas 2045.

“Di peta jalan pendidikan, kita didik anak-anak yang kecil itu. Karena mereka adalah pemilik-pemilik kebijakan nasional yang akan datang,” ujar Deputi Sosial Budaya Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimudin.

Menurutnya, Indonesia saat ini belum memiliki peta jalan pendidikan. Karena setiap lima tahun kerap berganti kurikulum.

Alimudin turut menyoroti penghapusan jurusan yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim. Menurutnya, hal itu tepat demi menyesuaikan kemampuan generasi bangsa.

“Kalau kemarin Pak Menteri menghilangkan jurusan (IPA/IPS), di dalam peta jalan kita sudah. Bahkan kalau perlu di sekolah dasar itu cukup lima mata pelajaran. Ngapain kita dipaksa 9 mata pelajaran. Padahal keunikan kita sebagai manusia yang dilahirkan punya bakat masing-masing,” imbuhnya.

Dia mengatakan Program Merdeka Belajar sudah sangat baik. Meskipun implementasinya perlu ditingkatkan. Alimudin menekankan pentingnya peta jalan pendidikan untuk mendukung minat dan bakat anak-anak generasi bangsa.

“Bagaimana mungkin anak-anak yang tidak suka nasi goreng dipaksa makan nasi goreng. Atau tidak suka matematika dipaksa belajar matematika? Padahal, mereka mungkin memiliki kecerdasan motorik atau seni yang lebih tinggi. Ini yang harus kita perbaiki,” urainya.

Share
Related Articles
Tekno

Samsung Galaxy S24 vs iPhone 15, Mana yang Lebih Worth It? Ini Perbandingan dari Pengalaman Nyata!

IKNPOS.ID - Di tengah persaingan smartphone flagship yang semakin ketat, Samsung Galaxy...

Tekno

Xiaomi 18 Series Dikabarkan Usung Kamera Ganda 200 MP dan Chip 2nm, Siap Debut 2026

IKNPOS.ID - Xiaomi disebut-sebut tengah menyiapkan lini flagship terbarunya, Xiaomi 18 series,...

Tekno

Harga dan Spesifikasi Vivo T5 Resmi di Indonesia, Baterai 7.200mAh dan Snapdragon 6s Gen 2 Jadi Andalan

IKNPOS.ID - Vivo resmi menghadirkan smartphone terbaru dari lini T Series ke...

Samsung Galaxy S26 Ultra
Tekno

Samsung Galaxy S26 Series Hadir dengan Privacy Display, Solusi Aman untuk Perempuan Aktif di Era Digital

IKNPOS.ID - Di tengah dunia yang semakin digital, isu privasi menjadi perhatian...