IKNPOS.ID – Sebagai upaya strategis untuk mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta mengurangi potensi banjir di wilayah Balikpapan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Timur (Kaltim).
Modifikasi cuaca yang dilakukan BMKG dan sejumlah kementerian terfokus pada dua tujuan utama. Pertama, mengoptimalkan curah hujan di wilayah IKN guna mempercepat pembangunan infrastruktur.
Kemudian, memitigasi potensi banjir di kawasan Balikpapan sebagai salah satu daerah terdampak intensitas hujan tinggi.
Menurut Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, modifikasi cuaca akan terus dilakukan hingga curah hujan tidak menjadi kendala.
Dia mencontohkan penyelesaian pembangunan landasan pacu Bandara IKN sepanjang 3.000 meter hingga September 2024. “Ini tentu sangat bergantung pada cuaca” kata Seto, Kamis 29 Agustus 2024.
Seto juga menegaskan operasi modifikasi cuaca sudah melalui kajian ilmiah dan perhitungan matang, termasuk dampaknya terhadap lingkungan. Melalui teknik modifikasi cuaca, awan hujan yang berpotensi masuk IKN dan Balikpapan akan bergerak menuju ke lautan.
Sehingga potensi hujan dan banjir di kedua wilayah itu dapat diminimalisasi. Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan dua pesawat Cessna Grand Caravan yang siap siaga 24 jam.
Operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Timur dilakukan sejak Juli 2024 dan terbukti efektif mengendalikan hujan di daerah-daerah tertentu. Keberhasilan ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga pembangunan IKN tahap pertama selesai pada Desember 2024.