IKNPOS.ID – Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, melakukan kunjungan ke Pasar Inpres Kebun Sayur di Balikpapan. Kedatangan beliau disambut dengan antusias oleh para pedagang dan pengunjung pasar.
Ibu Negara Iriana Jokowi menyambangi Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan selama hampir satu jam, pada Senin 29 Juli 2024.
Tepat pukul 11.36 Wita, Iriana bersama rombongan dari OASE KIM (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju) tiba di lokasi menggunakan mobil jenis Toyota Hiace.
Selama kunjungannya, Iriana menyapa para pedagang dan masyarakat Kota Balikpapan yang sudah menyambut kedatangannya.
Di pasar tersebut, dia bersama rombongan menyambangi beberapa kios dan membeli berbagai barang. Termasuk tas, aksesoris, kain dan kerajinan tangan khas Suku Dayak.
Salah seorang pemilik kios kerajinan khas dari Kalimantan Timur yang disambangi oleh Iriana, yakni Purnama, kaget. Dirinya sangat senang tokonya didatangi oleh ibu negara.
Purnama telah berjualan selama hampir 30 tahun di pasar ini. Sekarang dia sudah memiliki empat kios yang dijadikan satu. Awalnya dia sempat ragu apakah informasi kunjungan Iriana itu benar.
“Sudah dengar informasi sebelumnya, tapi saya enggak tahu di kios mana Bu Iriana akan berbelanja. Sangat senang beliau malah berkunjung ke toko saya” ujar Purnama kepada nomorsatukaltim.
Selama kunjungannya, Ibu Negara menunjukkan ketertarikan pada berbagai produk khas Suku Dayak yang ditawarkan di kios Purnama.
Purnama menjelaskan bahwa Iriana lebih memilih barang-barang kecil dengan desain simpel namun lucu, dibandingkan tas besar yang awalnya ditawarkan.
“Awalnya saya menawarkan tas berukuran besar, tetapi Bu Iriana memilih yang kecil-kecil dan lucu,” tambah Purnama.
Purnama juga mencatat bahwa Iriana tampak rendah hati. Meskipun statusnya sebagai Ibu Negara. Bahkan, Iriana malah mendapatkan diskon karena berbelanja banyak di toko ini.
“Ibu (Iriana) beli 3 tas khas dayak yang satunya Rp650 ribu, dan saya kasih saja diskon menjadi Rp600 ribu, jadi Rp1.800.000. Selain itu, ibu juga beli beberapa kalung khas Dayak, sekitar delapan gelang,” jelas Purnama.