IKNPOS.ID – PT Bina Karya (Persero), salah satu BUMN terkemuka di Indonesia, mengumumkan rencana ambisiusnya untuk membangun Menara Hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
PT Bina Karya (Persero) berkomitmen untuk menyediakan hunian yang nyaman dan modern bagi para ASN, yang nantinya akan bertugas di IKN.
Tentunya dan yang pasti, hunian untuk para ASN tersebut terbebas dari biaya atau gratis, kecuali untuk keperuan listrik dan air sehari-hari.
“Kalau sudah jadi semuanya gratis. Karena bangunan ini untuk ASN tinggal di sana sebagai rumah dinas. Kecuali listrik, air, itu bayar,” kata Direktur Utama PT Bina Karya (Persero), Boyke Soebroto.
Boyke mengatakan saat ini PT Bina Karya dan Konsorsium Garuda Nusantara sedang mempersiapkan pembangunan 40 menara hunian untuk ASN yang ditargetkan bisa dimulai pada awal 2025 mendatang.
“Masih diproses dan targetnya hingga kontrak itu bisa selesai dalam enam bulan ini dan pada Januari atau Februari 2025 sudah bisa dimulai pembangunannya,” ujarnya.
Boyke menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengajukan studi kelayakan kepada pemerintah, dalam hal iniadalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Sebab, pembangunan 40 menara untuk hunian ASN menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” ucapnya.
Boyke menjelaskan, bahwa dalam pembangunan 40 menara hunian ASN, PT Bina Karya bertugas sebagai operator.
Setelah itu, pihaknya akan mengelola setiap aset milik negara yang didanai melalui skema KPBU tersebut.
“Aset milik negara itu kita yang mengelola. Air kita kelola, listrik kita kelola. Bahkan kalau yang belum dibangun, kita ikut yang bangun,” terangnya
Anggaran Pembangunan Hunia ASN
Adapun uang yang digunakan untuk pembangunan tersebut, klaim dia, berasal dari investasi ekuitas yang diwadahi oleh Konsorsium Garuda Nusantara.
Boyke menyebut, bahwa nilai proyek pembangunannya sekitar Rp 20 triliun yang berasal dari sejumlah investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Tujuannya untuk supaya kita tidak sendirian. Tidak bisa sendirian dan kita harus kolaborasi,” ujarnya.