Home News 74,68 Juta Wajib Pajak Sudah Pemadanan NIK-NPWP
News

74,68 Juta Wajib Pajak Sudah Pemadanan NIK-NPWP

Share
74 juta wajib pajak telah melakukan pemadanan NIK-NPWP. Foto: Ilustrasi/Dok/Pajakku
74 juta wajib pajak telah melakukan pemadanan NIK-NPWP. Foto: Ilustrasi/Dok/Pajakku
Share

IKNPOS.ID- Per tanggal 30 Juni 2024 pukul 09.00 WIB, sebagian besar NIK sudah dipadankan sebagai NPWP.

Dari total 74,68 juta Wajib Pajak orang pribadi penduduk, tersisa sebanyak 670 ribu atau 0,9 persen NIK-NPWP yang masih harus dipadankan.

Artinya, 74 juta atau 99,1 persen Wajib Pajak orang pribadi penduduk telah melakukan pemadanan NIK-NPWP.

Dari keseluruhan data yang telah valid, terdapat 4,37 juta data yang dipadankan secara mandiri oleh Wajib Pajak, sisanya 69,6 juta NIK-NPWP yang dipadankan oleh sistem.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti pada 1 Juli 2024 menyampaikan terkait henti layanan pada 29 Juni lalu.

Hal itu merupakan kegiatan rutin pemeliharaan sistem informasi yang dimiliki DJP dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat dan wajib pajak.

“Waktu henti layanan tersebut juga kami gunakan untuk instalasi aplikasi tambahan berbasis NIK, NPWP 16 digit, dan NITKU,” ujar Dwi.

Dwi Astuti menyatakan bahwa DJP juga membuka layanan bantuan penggunaan NIK sebagai NPWP, NPWP 16 digit, dan NITKU.

“Kami silahkan Wajib Pajak menghubungi Kring Pajak 1500200, kantor unit vertikal terdekat, atau virtual help desk,” ujar Dwi. Untuk lebih jelas, PER-06/PJ/2024 dapat dilihat dan diunduh pada laman https://pajak.go.id/id/peraturan/penggunaan-nomor-induk-kependudukan-sebagai-nomor-pokok-wajib-pajak-nomor-pokok-wajib.

Sebagai informasi, NIK sebagai NPWP mulai digunakan sejak tanggal 14 Juli 2022 untuk orang pribadi penduduk sesuai dengan ketentuan PMK 112/PMK.03/2022 yang telah diubah dengan PMK 136 Tahun 2023.

Selain itu, NPWP 16 digit juga mulai digunakan oleh Wajib Pajak orang pribadi non penduduk, Wajib Pajak badan, dan Wajib Pajak instansi pemerintah.

Selain mengatur penggunaan NIK sebagai NPWP dan NPWP 16 digit, Wajib Pajak juga diberikan Nomor Identitas Tempat Kegiatan usaha (NITKU) sejak tanggal 14 Juli 2022.

NITKU diberikan kepada Wajib Pajak pusat maupun cabang dan berfungsi sebagai identitas perpajakan yang melekat pada NPWP, yaitu sebagai penanda lokasi/tempat Wajib Pajak berada.

Share
Related Articles
kunjungan Wapres Gibran ke IKN
News

Jelang Ramadan, Wapres Tinjau Harga dan Digitalisasi di Pasar Badung Bali

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali,...

News

Bahlil Soroti 40 Ribu Sumur Migas, Intervensi Teknologi Jadi Kunci Dongkrak Lifting

Indonesia tercatat memiliki lebih dari 39 ribu sumur pengeboran eksplorasi maupun eksploitasi...

News

Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK, Polisi Dalami Jenis Proyekti

IKNPOS.ID - Insiden penembakan terjadi di kediaman anggota DPRD Jawa Tengah, Nur...

News

Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi di Hambalang, Tekankan Diplomasi Harus Untungkan RI

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di...