Home Tekno Taksi Terbang Tak Bisa Mengudara di Langit IKN, Ini Penyebabnya
Tekno

Taksi Terbang Tak Bisa Mengudara di Langit IKN, Ini Penyebabnya

Share
Share

“Nusantara akan mengimplementasikan sistem transportasi cerdas atau intelligent transportation system (ITS) untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam bermobilitas. Momentum pembangunan IKN merupakan peluang besar untuk pengembangan dan penguasaan teknologi ITS dan moda transportasi inovatif,” ujar Ali belum lama ini.

IKN disebut menjadi peluang besar untuk pengembangan dan penguasaan ITS. Karena itu, OIKN bekerja sama dengan Xteliigent dan TIG/m untuk pengembangan sistem transportasi cerdas.

“Proof of Concept adalah strategi kami untuk memastikan hasil yang terbaik dalam membangun IKN sebagai kota cerdas,” terang Ali.

Dia juga mengatakan pemilihan teknologi dari berbagai penyedia tidak hanya fokus pada optimasi biaya. Tetapi lebih pada kualitas, kematangan teknologi serta interoperabilitas, value for money dan transfer pengetahuan.

Ada sejumlah key milestone terkait transportasi publik cerdas dalam kerangka kerja sama Advanced Air Mobility (AAM) OIKN-Korea ini.

Sebelumnya, pada 5 Februari 2024 lalu, dilakukan survei di dua lokasi. Yaitu di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dan APT Pranoto Samarinda.

Dari hasil survei di 2 lokasi tersebut, Bandara APT Pranoto Samarinda diputuskan sebagai lokasi uji coba terbang terbang. Keputusan tersebut keluar pada Maret 2024 lalu.

Selanjutnya dibentuk kelompok kerja bersama atau working group untuk memastikan tahapan berikutnya berjalan lancar. Working group ini merupakan hasil dari pertemuan dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Hyundai Motors Group pada 22 Maret 2024.

“PTDI dilibatkan karena OIKN ingin ada transfer teknologi. Hal ini mengingat kemampuan PTDI yang telah dapat memproduksi pesawat. Ini bertujuan agar ke depannya kita dapat turut memproduksi moda transportasi hingga ke level autonomous sky taxy,” jelas Ali.

Pada tanggal 4 April 2024, juga sudah digelar pertemuan antara Kemenkominfo untuk menentukan frekuensi. Setelah itu, OIKN menyampaikan surat Hyundai Motors Group kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJU) Kementerian Perhubungan.

Share
Related Articles
Tekno

Keren Nih! Samsung Akan Rilis Ponsel Lipat dengan Layar 7,6 Inci

IKNPOS.ID - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan ponsel lipat varian baru dengan desain...

Tekno

Keren Banget! Vivo X300s Jadi Ponsel Seri X Berkapasitas Baterai Terbesar

IKNPOS.ID - Vivo X300s dipastikan akan menjadi ponsel seri X dengan baterai...

Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...