Home News MUI Tolak Rencana Bansos untuk Korban Judi Online: Itu Miskin karena Pilihan Hidup
News

MUI Tolak Rencana Bansos untuk Korban Judi Online: Itu Miskin karena Pilihan Hidup

Share
MUI
MUI tolak rencana pemerintah beri santunan Bansos untuk korban Judi Online. Foto: MUI
Share

IKNPOS.ID-Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak rencana pemerintah memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada korban Judi Online (Judol).

MUI menilai rencana itu tidak tepat dan perlu dikaji ulang.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan, perlu adanya mekanisme pencegahan agar dunia digital tidak dikotori dengan tindakan kriminal dan bertentangan dengan agama serta etika seperti judi online.

Ni’am menyebut, aktivitas judi online sebenarnya hanya memindahkan aktivitas judi konvensional ke ranah dunia digital.

“Dua-duanya terlarang. Maka dari itu, pelakunya melanggar hukum. Tindakan perjudian online dan konvensiomal, tidak mengenal pendekatan restoratif kepada tindak pidana perjudian,” kata Niam di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip Minggu 17 Juni 2024.

Dia menerangkan, hal itu berbeda dengan tindak pidana narkoba.

Sebab, orang yang terkena narkoba, bisa saja menjadi korban dari paparan penyalahgunaan narkotika dari para bandar dan sebagainya.

Tetapi dalam kasus judi, tegasnya, dilakukan oleh orang secara sadar melakukan tindak pidana perjudian, apalagi menggunakan platform digital untuk melakukan perjudian secara online.

“Pada saat menggunakan itu, itukan tindakan melanggar hukum. Berbeda halnya dengan pinjaman online. Seringkali tertipu menjadi korban. Nah itu saya kira, dalam platform digital ini harus kita pilah mana yang benar-benar menjadi korban, mana yang pada hakikatnya menjadi pelaku, hanya bedanya menggunakan platform digital,” tegasnya.

Ni’am menjelaskan alasan MUI menolak korban judi online menerima bansos dari pemerintah.

Hal ini karena bansos yang diberikan oleh pemerintah, bisa digunakan untuk kepentingan melanggar hukum seperti bermain judi online lagi.

“Sebagaimana ada wacana perokok dan pemabuk jangan dikasih jaminan kesehatan BPJS. Masa iya, BPJS uang rakyat dan uang negara, digunakan untuk orang yang sehari-hari merusak kesehatannya. Ini dia miskin bukan karena struktural, melainkan karena pilihan hidupnya yang masuk kepada tindakan perjudian,” tegasnya.

Share
Related Articles
News

Otorita IKN Ajak Pengunjung Tanam Pohon, Perkuat Konsep Kota Hutan

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendorong penghijauan kawasan ibu kota baru...

News

Selama Februari 2026, Mobilitas Penumpang Udara dan Laut di Kaltim Menurun

IKNPOS.ID - Arus pergerakan penumpang angkutan udara domestik dan angkutan laut di...

Gibran Rakabuming berkantor di IKN
News

Penajam Paser Utara Gandeng Swasta untuk Perkuat Peran sebagai Penyangga IKN

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur membuka...

News

Cerita Kepala BKP Temukan Anak Pemulung Putus Sekolah, Kini Terbantu Program Sekolah Rakyat

IKNPOS.ID - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Angga Raka Prabowo, menegaskan pentingnya...