Home News Kepala OIKN dan Wakilnya Mundur, Ada Apa? DPR Desak Pemerintah Transparan
News

Kepala OIKN dan Wakilnya Mundur, Ada Apa? DPR Desak Pemerintah Transparan

Share
DPR mendesak pemerintah agar transparan terkait mundurnya Kepala OIKN Bambang Susantono (kanan) dan wakilnya Dhoni (kiri). Foto: Dok/Setpres
DPR mendesak pemerintah agar transparan terkait mundurnya Kepala OIKN Bambang Susantono (kanan) dan wakilnya Dhoni (kiri). Foto: Dok/Setpres
Share

IKNPOS.ID-Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat, menyoroti terkait pengunduran diri Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Bambang Susantono dan wakil ketuanya.

Pengunduran diri ini, kata Syahrul, menimbulkan berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh pemerintah.

Dengan adanya pertanyaan dan kekhawatiran ini, Syahrul mendesak pemerintah untuk memberikan penjelasan yang transparan dan melakukan evaluasi menyeluruh terkait proyek IKN demi kebaikan seluruh rakyat Indonesia.

“Kemarin kita mendengar informasi dan berita, dan sudah fix, bahwasannya ketua otorita IKN dan wakil ketuanya mundur. Nah, ini menjadi sebuah pertanyaan besar dan pertanyaan ini mesti dijawab oleh pemerintah. Ada apa?” ujar Syahrul Aidi Maazat.

Syahrul mengatakan,PKS sendiri sejak awal sudah menolak proyek IKN ini, mulai dari proses perencanaan, undang-undang yang dibuat, hingga kelayakan fiskal dan dana yang digunakan.

“Belum dilaksanakan, sudah direvisi. Kenapa mundur? Bersamaan mundurnya? Ada apa? Meskipun mereka diberikan jabatan lain, tetap ini perlu dijelaskan. Ada yang aneh dari awal, mulai dari perencanaan, undang-undang, kemudian studi kelayakannya,” tambahnya.

Syahrul menekankan bahwa pemerintah perlu mengevaluasi proyek IKN secara menyeluruh dan tidak terburu-buru.

“Kemarin kita mendengar dari berita bahwa Pak Prabowo hanya akan menganggarkan Rp16 triliun per tahun, ini akan selesai dalam 30 tahun. Mudah-mudahan saja tidak terburu-buru, karena sesuatu yang tidak terencana dengan baik, dan terburu-buru, itu akan mengakibatkan hal fatal tentunya,” jelas Syahrul.

Syahrul juga mengingatkan bahwa banyak daerah di Indonesia membutuhkan perhatian dan pembangunan yang merata.

“Negara lain di Indonesia ini butuh sentuhan, butuh pembangunan juga. Jangan terserap anggaran semuanya ke IKN, jangan memaksakan sesuatu yang kemudian kita tidak mampu. Kondisi keuangan kita tidak sedang baik-baik saja, dan kebutuhan kepada IKN itu tidaklah kebutuhan pada saat ini,” tutupnya.

Share
Related Articles
News

Proyek Intake Sungai Riko-Kernain Dipercepat, Suplai Air Bersih untuk Bandara IKN Segera Terpenuhi

IKNPOS.ID - Pemerintah terus memperkuat infrastruktur dasar di kawasan Ibu Kota Nusantara...

News

Tol Cipali Ramai Lancar, Sterilisasi Jalur Dilakukan Jelang Pemberlakuan One Way

IKNPOS. ID - Petugas mulai melakukan persiapan rekayasa lalu lintas sistem satu...

Baznas
News

Baznas Didorong Aktif Entaskan Kemiskinan, Presiden Prabowo Tekankan Peran Zakat

Ketua Baznas Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar...

OIKN beri pelatihan pada ratusan guru di wilayah delineasi IKN.
News

Kemenag Tetapkan 97.122 Guru Lulus Sertifikasi, Berhak Terima Tunjangan Profesi

Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengumumkan kelulusan 97.122 guru binaannya dalam program sertifikasi...