Home Borneo BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Jaga 2,8 Juta Hektare Gambut di Kalbar
Borneo

BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Jaga 2,8 Juta Hektare Gambut di Kalbar

Share
Share

IKNPOS.ID – Musim kemarau yang mulai melanda Indonesia membawa dampak kekeringan di sejumlah provinsi. Kekeringan lahan ini bisa menimbulkan kebakaran jika tidak ditangani secara tepat.

Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berupaya menjaga 2,8 juta hektare lahan hidrologis gambut di Kalimantan Barat (Kalbar), yang sebagian besar mulai mengering dari ancaman kebakaran dengan melaksanakan operasi modifikasi cuaca.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, musim kemarau yang mulai melanda dengan sifat hujan di bawah normal membuat sebagian besar lahan gambut di Kalbar tersebut sudah mengering sehingga rawan terbakar.

Kerawanan didapatkan berdasarkan data SIPALAGA Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), yang menunjukkan saat ini kandungan air tanah pada lahan hidrologis gambut Kalimantan Barat sudah sangat rendah berada di bawah 40 centimeter.

“Kondisi tersebut telah mendesak kami untuk segera melaksanakan operasi modifikasi cuaca, yang diharapkan dapat meningkatkan potensi hujan dan membasahi kembali jutaan hektare lahan gambut Kalimantan Barat sehingga menurunkan kerawanan terbakar, termasuk juga pada lahan mineral, kawasan hutan, dan sebagainya,” jelas Dwikorita di Jakarta, Sabtu 29 Juni 2024.

Dalam perencanaan operasi modifikasi cuaca BMKG tersebut berlangsung setidaknya selama 11 hari atau berakhir hingga 5 Juli 2024, dan dapat diperpanjang bila masih diperlukan.

Wilayah gambut yang tersebar di enam kabupaten meliputi Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Sintang, Sekadau, dan Kabupaten Sanggau menjadi target sasaran operasi modifikasi cuaca itu.

Selain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BRGM, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kegiatan modifikasi cuaca BMKG ini juga didukung oleh Skadron 4 Lanud Abdurachman Saleh, Malang, Jawa Timur yang menyiagakan armada CASA 212-200 untuk menyemai sebanyak 13 ton garam (Natrium klorida/NaCl) ke langit Kalimantan Barat.

Share
Related Articles
Pelayanan Publik Penajam Paser Utara
Borneo

Selaraskan Konsep Smart City IKN, Pemkab PPU Percepat Layanan Publik Digital

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus mempercepat...

Posisi duduk Sultan Kutai kunjungan Prabowo
Borneo

Sultan Kutai Duduk di Baris Belakang, Sentilan Presiden Prabowo Bikin Pemprov Kaltim Klarifikasi

IKNPOS.ID - Pernyataan spontan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan proyek kilang RDMP...

Jalan pintas IKN Sotek Bongan
Borneo

Tembus Hutan Belantara, Gubernur Rudy Mas’ud Tinjau Jalur Pintas IKN-Bongan Sepanjang 103 Km

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memacu konektivitas wilayah sebagai penyangga...

Prakiraan cuaca IKN 15 Januari 2026
Borneo

IKN Jadi Wilayah Paling Teduh di Kalimantan Timur Hari Ini, Waspada Hujan Ringan di Kota Penyangga

IKNPOS.ID - Kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Timur menunjukkan variasi yang cukup...