Oleh: Dahlan Iskan Orang Tiongkok itu masih di Jakarta. Orang Indonesia itu masih di Beijing. Mereka bikin janji: bertemu di Changsha, ibu kota provinsi Hunan. Saya –orang Indonesia itu–...
Oleh: Dahlan Iskan Tepuk tangan dan tawa saling menggema di Bidakara. Padahal forum itu seharusnya amat serius: membahas transformasi ekonomi nasional. Pembicara utamanya pun...
Oleh: Dahlan Iskan Saya meraih buku yang paling lusuh di atas meja di masjid itu. Saya ingin tahu: buku apa yang paling banyak dibaca di situ....
Oleh: Dahlan Iskan Mungkin saja tidak semuanya benar. Tapi begitu banyak kalimat yang diucapkan Menkeu baru Purbaya Yudhi Sadewa di DPR Rabu kemarin yang bisa dijadikan headline judul...
Oleh: Dahlan Iskan Waktu sudah hilang satu tahun. Hampir tidak terasa. Berarti lari harus lebih kencang –untuk bisa mengejar target. Termasuk target di Koperasi Merah Putih....
Oleh: Dahlan Iskan Di zaman serba cicilan ini reshuffle kabinet pun dicicil. Ada yang diganti sekaligus diangkat penggantinya. Ada yang diganti, penggantinya sudah ada, tapi belum...
Oleh: Dahlan Iskan Bagaimana India bisa punya obat kanker –dan obat lainnya– begitu murah? Sampai orang Tiongkok pun "terpaksa" mencarinya secara gelap --yang memicu "revolusi" sistem pengobatan di Tiongkok enam tahun lalu? Ternyata ada seorang...
Oleh: Dahlan Iskan "Rakyat tidak perlu lagi memilih hidup atau bangkrut". Itulah respons pejabat tertinggi Tiongkok setelah rakyatnya protes keras atas mahalnya harga obat di sana....
Oleh: Dahlan Iskan Makan siang itu saya batalkan. Dokter ahli jantung Jagaddhito tetap naik kereta cepat ke Beijing. Begitu tiba saya minta berubah arah. Pemred Harian...