IKNPOS.ID – Plt Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu momen penting dalam kunjungan tersebut adalah penggunaan bandara IKN untuk pertama kalinya oleh pesawat kepresidenan.
Raja Juli menyebutkan bahwa Presiden Jokowi diperkirakan akan tiba di IKN pada Kamis pagi (12/9/2024). “Kira-kira setelah Pak Presiden akan ke sana tanggal Kamis ya, pagi, insyaallah beliau (Presiden) berangkat,” ujar Raja Juli kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 9 September 2024.
Bandara IKN Siap untuk Pendaratan
Menurut Raja Juli, kabar baik terkait bandara IKN datang setelah ia berkomunikasi langsung dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada Senin pagi 9 September 2024.
Raja Juli menyampaikan bahwa bandara IKN sudah siap digunakan untuk mendaratkan pesawat presiden.
“Dan kabar gembira lain, Insyaallah tadi pagi saya telepon dengan Pak Menhub, bandara IKN mudah-mudahan sudah bisa didarati oleh pesawat Presiden,” katanya.
Namun, Raja Juli menekankan bahwa landasan pacu tersebut masih harus melalui beberapa pengecekan akhir demi menjamin keselamatan.
“Tentu tergantung hasil pengecekan hari ini dan besok. Kita juga harus mempertimbangkan keselamatan, tetapi insyaallah landasan sepanjang 2.200 meter itu sudah bisa dilandasi oleh pesawat kepresidenan,” tambahnya.
Jokowi Akan Berkantor di IKN Hingga Purnatugas
Selain terkait penggunaan bandara, Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nabis, mengungkapkan alasan di balik rencana Jokowi berkantor di IKN mulai 10 September hingga 19 Oktober 2024, atau hingga purnatugas.
Hasan menjelaskan bahwa Jokowi ingin merasakan langsung bekerja di Istana Garuda, IKN, sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto.
“Istana Garuda tempat Presiden bekerja sebagai kepala pemerintahan sudah bisa digunakan. Jadi wajar jika Presiden ingin merasakan bekerja di Istana Garuda sebelum estafet pemerintahan diserahkan kepada presiden berikut. Bagaimanapun ini adalah legasi beliau,” ungkap Hasan dalam pernyataan tertulisnya pada Senin (9/9).