IKNPOS.ID – Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur menyatakan siap menyalurkan bantuan pangan dalam Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Bantuan dalam program KHBS itu kan ada berupa sembako, BLT (bantuan langsung tunai) dan beasiswa. Nah, kami di Bulog untuk urusan bantuan sembako atau pangan. Kami insya Allah sudah siap karena stok tersedia,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Rabu.
KHBS merupakan program yang baru diluncurkan Gubernur Agustiar Sabran untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. Terkait bantuan pangan, Bulog diamanahi untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat.
Bantuan pangan KHBS yang akan disalurkan berupa beras premium 5 kilogram, minyak goreng premium 2 liter dan gula 1 kilogram. Bantuan ini berbeda dengan jenis bantuan pangan dari pemerintah pusat yang biasanya hanya berupa beras medium dan Minyakita.
Informasi awal yang diterima, penerima bantuan program KHBS di Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar 30.000 keluarga penerima manfaat (KPM). Namun angka itu bisa berubah karena sedang dilakukan verifikasi dan validasi di lapangan.
Bantuan KHBS diberikan kepada keluarga yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat. Jika ternyata mereka merupakan penerima bantuan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dari pusat, maka tidak akan dimasukkan dalam penerima bantuan KHBS.
Sampai kemarin, sudah ada hampir 18.000 KPM calon penerima KHBS di Kotawaringin Timur yang sudah terverifikasi. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah karena verifikasi dan validasi masih berlangsung oleh tim dari Dinas Sosial dan pendamping program KHBS.
“Tadi permintaan Dinas Sosial, kami diminta siap-siap untuk penyaluran rencananya dimulai minggu depan. Awal itu setelah lebaran atau awal April, tapi karena proses verifikasi dan validasinya diperlukan waktu,” ucapnya.
Fuad menambahkan, dalam penyaluran bantuan ini nantinya Bulog akan mengantar bantuan sampai ke desa-desa, sama seperti saat penyaluran bantuan pangan. Harapannya, penerima tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk mengambil bantuan tersebut.