IKNPOS.ID – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan pentingnya inovasi dan ketepatan dalam menentukan skala prioritas pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten PPU Tahun 2027 yang digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati, Rabu (1/4/2026).
Dalam forum strategis itu, Mudyat menekankan bahwa penyusunan RKPD 2027 merupakan tahap krusial dalam pencapaian target pembangunan jangka menengah daerah, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
“Tahun 2027 ini adalah fase penting karena menjadi implementasi tahap ketiga RPJMD 2025-2029. Jadi arah kebijakan harus benar-benar tepat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan ruang fiskal yang menjadi tantangan utama saat ini. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta tidak hanya bergantung pada sumber pendapatan yang ada, tetapi mampu menghadirkan terobosan baru.
Mudyat menekankan pentingnya pemetaan program secara cermat, termasuk memilah sumber pembiayaan antara APBN, APBD Provinsi, hingga APBD Kabupaten, serta memanfaatkan peluang kerja sama dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita harus kreatif dan inovatif. Tentukan mana yang bisa didanai pusat, provinsi, dan mana yang menjadi tanggung jawab daerah,” tegasnya.
Selain itu, ia mengapresiasi kehadiran DPRD dalam Musrenbang sebagai bentuk sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Menurutnya, seluruh usulan pembangunan yang berasal dari tingkat kecamatan akan diverifikasi secara berjenjang agar menghasilkan program prioritas yang benar-benar mendesak, namun tetap realistis dengan kemampuan anggaran.
Di akhir arahannya, Mudyat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi agar pembangunan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan, meski di tengah keterbatasan fiskal.
“Musrenbang ini harus jadi momentum menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.