Home News PBB Kecam Serangan di Lebanon yang Menyasar Pasukan UNIFIL hingga 3 TNI Gugur
News

PBB Kecam Serangan di Lebanon yang Menyasar Pasukan UNIFIL hingga 3 TNI Gugur

Share
Perserikatan Bansa-Bangsa (PBB) - by Wikipedia
Share

IKNPOS.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melontarkan kecaman keras atas serangan yang menewaskan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon. Insiden tersebut terjadi saat konvoi logistik Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dihantam ledakan pada Senin (30/3).

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya dari Markas Besar PBB di New York yang dikutip di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Lacroix.

Ia mengungkapkan, insiden tersebut terjadi hanya sehari setelah seorang prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia gugur akibat proyektil yang menghantam pangkalan misi di Ett Taibe. Dalam kejadian itu, satu personel lainnya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Beirut.

Lacroix juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia. Ia berharap seluruh korban luka dapat segera pulih.

Pihak UNIFIL saat ini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap detail kejadian tersebut.

Di tengah situasi yang semakin berbahaya, Lacroix menegaskan pasukan penjaga perdamaian PBB tetap menjalankan mandat dari Dewan Keamanan di lapangan.

Diplomat asal Prancis itu turut menyerukan agar seluruh pihak menghentikan segala bentuk tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian. Ia menekankan pentingnya komitmen semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB.

Sebelumnya, pada Senin (30/3), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa satu anggota pasukan UNIFIL asal Indonesia gugur akibat serangan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu 29 Maret 2026.

Share
Related Articles
News

Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Stabil Meski Isu Konflik Iran–Israel Meningkat

Mensesneg Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM...

News

2 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Total Korban Jadi 3 Orang

Kemhan mengonfirmasi dua prajurit TNI yang tergabung dalam misi Pasukan Perdamaian PBB...

News

Kunjungan Prabowo ke Jepang Hasilkan Komitmen Investasi Rp380 Triliun

Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Jepang membuahkan hasil signifikan...

News

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April, Ini Penjelasan BRIN

IKNPOS.ID - Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai pink moon dipastikan akan...