IKNPOS.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melontarkan kecaman keras atas serangan yang menewaskan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon. Insiden tersebut terjadi saat konvoi logistik Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dihantam ledakan pada Senin (30/3).
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya dari Markas Besar PBB di New York yang dikutip di Jakarta, Selasa, menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Lacroix.
Ia mengungkapkan, insiden tersebut terjadi hanya sehari setelah seorang prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia gugur akibat proyektil yang menghantam pangkalan misi di Ett Taibe. Dalam kejadian itu, satu personel lainnya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Beirut.
Lacroix juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta Pemerintah Indonesia. Ia berharap seluruh korban luka dapat segera pulih.
Pihak UNIFIL saat ini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap detail kejadian tersebut.
Di tengah situasi yang semakin berbahaya, Lacroix menegaskan pasukan penjaga perdamaian PBB tetap menjalankan mandat dari Dewan Keamanan di lapangan.
Diplomat asal Prancis itu turut menyerukan agar seluruh pihak menghentikan segala bentuk tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian. Ia menekankan pentingnya komitmen semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB.
Sebelumnya, pada Senin (30/3), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa satu anggota pasukan UNIFIL asal Indonesia gugur akibat serangan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu 29 Maret 2026.