Home Borneo Italia Investasi Rp254 Triliun di Kaltim, Produksi Raksasa Dimulai 2028
Borneo

Italia Investasi Rp254 Triliun di Kaltim, Produksi Raksasa Dimulai 2028

Share
MedcoEnergi Cetak Rekor Produksi Migas Tertinggi Sepanjang Sejarah, Saham MEDC Bakal To The Moon?
MedcoEnergi (MEDC) incar rekor produksi migas tertinggi 170 ribu BOEPD tahun 2026
Share

IKNPOS.ID – Raksasa energi asal Italia, Eni, resmi mengambil keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk dua proyek besar gas laut dalam di Indonesia.

Proyek tersebut meliputi Gendalo–Gandang (South Hub) dan Geng North–Gehem (North Hub) yang berlokasi di lepas pantai Kalimantan Timur.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam industri hulu migas nasional, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi energi di Indonesia.

Nilai Investasi Fantastis, Tembus Rp254 Triliun

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa total investasi proyek ini mencapai sekitar US$15 miliar atau setara Rp254,54 triliun.

Menurutnya, keputusan FID ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor energi Indonesia masih sangat menarik di mata investor internasional.

“Keputusan investasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi,” ujarnya.

Tak hanya itu, proyek ini juga diperkirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas.

Proyek Gas Laut Dalam dengan Teknologi Canggih

Pengembangan proyek Gendalo–Gandang dan Geng North–Gehem akan memanfaatkan teknologi produksi laut dalam (deepwater) yang canggih.

Untuk South Hub:

  • Kedalaman laut: 1.000–1.800 meter

  • Jumlah sumur: 7 sumur produksi

  • Terhubung ke fasilitas Jangkrik FPU

Sementara untuk North Hub:

  • Kedalaman laut: 1.700–2.000 meter

  • Jumlah sumur: 16 sumur produksi

  • Menggunakan fasilitas FPSO baru

FPSO tersebut dirancang memiliki kapasitas:

  • Lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari

  • Sekitar 90.000 barel kondensat per hari

Teknologi ini memungkinkan produksi tetap efisien meski berada di kedalaman ekstrem.

Potensi Besar: 10 TCF Gas dan 550 Juta Barel Kondensat

Secara keseluruhan, dua proyek ini memiliki potensi sumber daya yang sangat besar, yaitu:

  • 10 triliun kaki kubik (TCF) gas

  • 550 juta barel kondensat

Produksi ditargetkan mulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas:

Share
Related Articles
Borneo

Dorong Konektivitas PPU-IKN, Jembatan Sungai Riko Akan Dibangun 2026

IKNPOS.ID — Pembangunan jembatan Sungai Riko menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat...

Borneo

Warga Serambi IKN Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi Saat Mudik

IKNPOS.ID - Di musim mudik Lebaran 2026, banyak anggota masyarakat yang merasa...

Borneo

Pekerja IKN Mudik, Jumlah Penumpang Bandara Sepinggan Melonjak

IKNPOS.ID - Seiring tibanya musim mudik Lebaran 2026, ribuan pekerja yang berada...

Rehabilitasi hutan Ibu Kota Nusantara
Borneo

Satwa Mulai Huni Hutan IKN, Ahmad Heryawan Puji Transformasi Ekosistem Kota Hutan

IKNPOS.ID - Upaya pemulihan lingkungan di Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan hasil...