Home News Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat, Dinkes Imbau Waspada Heat Stroke Jelang Lebaran
News

Suhu Jakarta Tembus 35,6 Derajat, Dinkes Imbau Waspada Heat Stroke Jelang Lebaran

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu panas ekstrem yang melanda Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir.

Share
cuaca kaltim 23 september 2025
BMKG memprediksi cuaca Kaltim dan IKN 23 September 2025 didominasi berawan. Tanjung Redeb tercatat terpanas dengan suhu 33°C, Samarinda dan Balikpapan tetap berawan sepanjang hari.Foto:Pixabay
Share

IKNPOS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu panas ekstrem yang melanda Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat, suhu udara di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Berdasarkan data dari BMKG, kondisi panas ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga mendekati Lebaran 2026.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa suhu tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah heat stroke, kondisi darurat yang ditandai dengan suhu tubuh sangat tinggi, kulit kering dan panas, hingga gangguan kesadaran.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai heat exhaustion yang ditandai dengan pusing, mual, sakit kepala, kram otot, dan keringat berlebih. Risiko lain yang tak kalah serius adalah dehidrasi berat yang dapat berujung pada gangguan ginjal akut.

Tidak hanya itu, cuaca panas ekstrem juga bisa membebani kerja jantung, memperparah penyakit seperti kardiovaskular dan diabetes, serta memicu iritasi kulit hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

“Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas untuk mencegah gangguan kesehatan,” ujar Ani dalam keterangannya, Kamis, 19 Maret 2026.

Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pekerja di luar ruangan menjadi pihak yang paling berisiko terdampak kondisi ini.

Terkait pola konsumsi, masyarakat diimbau tetap memperhatikan asupan cairan, terutama selama menjalankan ibadah puasa. Air putih tetap menjadi pilihan utama karena mudah diserap tubuh.

Selain itu, larutan rehidrasi seperti oralit dapat membantu menggantikan elektrolit yang hilang. Alternatif lainnya adalah air kelapa dan minuman isotonik yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

“Jus buah tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air dan vitamin yang membantu hidrasi ringan,” tandasnya.

Untuk mencegah dampak buruk paparan panas ekstrem, berikut beberapa langkah yang disarankan:

  • Menghindari aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00–14.00
  • Menggunakan pelindung seperti topi atau payung
  • Mengenakan pakaian ringan dan longgar
  • Menggunakan tabir surya minimal SPF 30
  • Minum air putih minimal dua liter per hari
  • Mengonsumsi buah-buahan yang kaya air
  • Mengganti cairan tubuh dengan minuman berelektrolit

Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan kondisi tubuh, terutama di tengah cuaca panas yang berpotensi mengganggu kesehatan selama periode mudik dan Lebaran.

Share
Related Articles
News

Libur Lebaran 2026, Wisata Kaltim Diprediksi Meledak: IKN Jadi Daya Tarik Utama

IKNPOS.ID - Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menyiapkan berbagai langkah strategis untuk...

Pertamina Patra Niaga beri promo hemat BBM lewat MyPertamina.
News

Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman dan Minta Warga Tak Panic Buying

Ketersediaan energi nasional dipastikan dalam kondisi aman menjelang perayaan Idul Fitri 2026.

News

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar Hari Ini, Penentuan Lebaran Dimulai Pukul 16.00 WIB

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah...

News

Udah Tahu Belum? Ada Panic Button di Aplikasi IKNOW

IKNPOS.ID - Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) telah menjadi salah...