IKNPOS.ID – Di tengah deru mesin konstruksi dan megahnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ada denyut nadi kehidupan yang tetap terjaga di wilayah penyangganya. J
umat, 27 Februari 2026, suasana di Kantor Kecamatan Samboja Barat mendadak syahdu. Senyum merekah di wajah Ali Mahmudi, seorang pengurus dari Pondok Pesantren Al Hayat, saat ia menerima mushaf Al-Qur’an.
Baginya, pemberian ini bukan sekadar lembaran kertas suci, melainkan sebuah pernyataan bahwa warga lokal tidak tertinggal dalam arus besar pembangunan ibu kota baru.
Kegiatan distribusi 1.000 mushaf Al-Qur’an serta kurma dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menjadi oase bagi masyarakat di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kutai Kartanegara.
Inisiatif ini adalah bukti nyata bahwa transformasi IKN tidak hanya berbicara tentang infrastruktur baja dan kaca, tetapi juga memanusiakan manusia serta merawat spiritualitas warga.
Bantuan yang disalurkan oleh Dharma Wanita Persatuan Otorita IKN ini menyentuh akar rumput.
Masyarakat, terutama pengurus masjid, merasa bahwa kehadiran Otorita IKN memberikan dampak yang personal.
Kurma bantuan dari Kerajaan Arab Saudi, yang disalurkan melalui Kementerian Agama, menambah kehangatan dalam menyambut bulan suci.
Samhari, seorang warga Samboja Barat, mengaku terkejut dengan kepedulian yang ia terima.
“Saya sangat berterima kasih adanya seperti ini karena selama saya hidup barusan ketemu yang seperti ini. Baru hari ini saya dapat bantuan yang sifatnya perhatian seperti ini,” tuturnya dengan nada haru.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sugito dari Dewan Kemakmuran Masjid Jami’al Mustofa. Baginya, perhatian ini adalah suntikan semangat bagi para pengurus rumah ibadah.
“Alhamdulillah saya bersyukur kepada Otorita IKN telah peduli kepada masjid-masjid yang ada di Samboja. Semangat dan berjuang untuk masyarakat,” ucapnya penuh apresiasi.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menegaskan bahwa agenda ini adalah bagian dari strategi besar untuk menenun ikatan sosial. IKN bukan sekadar kota administratif, melainkan komunitas yang harus tumbuh bersama.







