IKNPOS.ID – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran campak di Tanah Air. Pemerintah menekankan pentingnya cakupan vaksinasi yang tidak hanya tinggi secara nasional, tetapi juga merata hingga tingkat desa agar rantai penularan benar-benar terputus.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Andi Saguni, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan capaian imunisasi melalui program rutin, imunisasi kejar, serta pemberian vaksin tambahan di wilayah berisiko. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengendalian campak tidak cukup dilihat dari angka nasional semata, melainkan dari pemerataan di seluruh daerah.
“Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,” tegas Andi di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Meski tren imunisasi menunjukkan perbaikan, masih terdapat sejumlah wilayah dengan partisipasi rendah. Daerah-daerah tersebut dinilai berpotensi menjadi kantong penularan yang dapat memicu kejadian luar biasa (KLB). Karena itu, Kemenkes memperkuat pelacakan anak yang belum menerima vaksin serta meningkatkan koordinasi dengan puskesmas dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti, mengingatkan agar data imunisasi dianalisis hingga level paling bawah. Menurutnya, capaian nasional yang tinggi belum tentu menjamin perlindungan merata di lapangan.
“Secara nasional capaian imunisasi MR sudah melampaui target, tetapi kasus campak masih bisa terjadi jika ada desa atau wilayah tertentu yang cakupannya rendah. Kantong-kantong inilah yang harus menjadi fokus pencegahan,” jelasnya.
Selain vaksinasi, pemerintah juga memperkuat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, deteksi dini gejala, serta respons cepat dari fasilitas kesehatan. Dengan kombinasi imunisasi yang merata dan peningkatan kesadaran masyarakat, pemerintah optimistis penyebaran campak dapat ditekan sehingga anak-anak Indonesia terlindungi secara menyeluruh.







