IKNPOS.ID – Perubahan pola makan selama bulan Ramadan dari tiga kali menjadi dua kali sehari menuntut ketelitian dalam memilih menu. Ketidaktepatan dalam memilih asupan saat sahur dan berbuka tidak hanya memicu rasa lapar yang lebih cepat, tetapi juga berisiko mengganggu sistem pencernaan. Para ahli gizi menekankan pentingnya memahami daftar makanan yang direkomendasikan dan asupan yang wajib dihindari agar metabolisme tubuh tetap terjaga.
Menu yang Disarankan untuk Sahur dan Berbuka
Fokus utama saat sahur adalah menyediakan cadangan energi jangka panjang, sementara saat berbuka adalah memulihkan kondisi tubuh secara bertahap.
1. Karbohidrat Kompleks dan Serat
Pilihlah sumber karbohidrat yang lambat diserap tubuh seperti oatmeal, nasi merah, dan ubi. Kandungan serat yang tinggi pada jenis makanan ini memberikan rasa kenyang lebih lama. Sayur-sayuran seperti brokoli dan bayam juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan saluran cerna.
2. Protein Berkualitas
Telur, ikan, dan daging tanpa lemak sangat penting untuk menjaga massa otot dan daya tahan tubuh. Protein juga memiliki efek mengenyangkan yang lebih baik dibandingkan karbohidrat sederhana.
3. Buah dan Hidrasi
Kurma menjadi makanan pembuka terbaik karena kandungan gula alaminya cepat memulihkan energi. Selain itu, buah-buahan tinggi air seperti semangka dan melon sangat baik untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
Daftar Makanan yang Harus Dihindari
Beberapa jenis makanan berikut ini sebaiknya dijauhi karena dapat memicu masalah pencernaan hingga dehidrasi.
1. Makanan Tinggi Lemak dan Gorengan
Gorengan atau makanan cepat saji cenderung sulit dicerna oleh lambung yang kosong. Penggunaan minyak berlebih dapat menyebabkan perut kembung, mulas, hingga nyeri pada ulu hati.
2. Makanan Tinggi Gula (Simple Sugar)
Hindari mengonsumsi donat, martabak manis, atau kue berlebihan secara mendadak saat berbuka maupun sahur. Lonjakan gula darah yang drastis akan diikuti dengan penurunan energi secara cepat, sehingga tubuh justru terasa lemas setelahnya.



