IKNPOS.ID – Sorotan tajam mengarah ke Arsenal setelah hasil imbang dramatis melawan Wolverhampton Wanderers di Molineux. Gol penyeimbang yang tercipta pada masa tambahan waktu membuat langkah The Gunners sedikit tersendat dalam perburuan gelar Premier League musim ini.
Hasil tersebut membuka peluang bagi Manchester City untuk memangkas jarak di papan atas klasemen. Dengan jadwal yang semakin padat dan tekanan yang meningkat, setiap poin kini terasa sangat menentukan dalam persaingan menuju akhir musim.
Meski begitu, Arsenal tetap memimpin klasemen dan masih mengendalikan nasib mereka sendiri. Jika mampu menyapu bersih sisa laga, gelar juara akan berada di tangan mereka tanpa perlu bergantung pada hasil tim lain.
Arteta Tegaskan Posisi Arsenal Masih Ideal
Manajer Mikel Arteta merespons kritik dengan nada tenang namun tegas. Ia menilai timnya berada “tepat di posisi yang kami inginkan di setiap kompetisi”. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan diri di ruang ganti tidak tergoyahkan oleh satu hasil yang mengecewakan.
Arteta mengakui bahwa reaksi pertama setelah kebobolan di menit akhir adalah rasa sakit. Namun ia menekankan pentingnya respons cepat. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana tim bereaksi di pertandingan berikutnya, bukan larut dalam kekecewaan.
Selain memimpin liga, Arsenal juga masih bersaing di berbagai ajang. Mereka mencapai final Carabao Cup, melaju ke putaran kelima Piala FA, dan mencatatkan rekor sempurna di fase grup Liga Champions. Konsistensi di berbagai kompetisi menjadi bukti bahwa performa tim tidak ditentukan oleh satu laga semata.
Isu Kehilangan Momentum dan Tekanan Persaingan
Hasil imbang kontra Wolves kembali memunculkan narasi bahwa Arsenal berpotensi kehilangan momentum di fase krusial. Dalam beberapa musim terakhir, mereka memang harus puas finis sebagai runner-up. Kritik mengenai potensi kegagalan di momen penentuan kembali terdengar.
Arteta menanggapi hal tersebut dengan sikap realistis. Ia menyatakan bahwa setiap orang berhak memiliki opini masing-masing. Namun di dalam tim, fokus tetap pada instruksi yang jelas: hidup di masa kini dan tampil maksimal di setiap pertandingan.
Persaingan semakin menarik karena laga besar sudah menanti. Arsenal dijadwalkan menghadapi Tottenham dalam derby London Utara, sementara Manchester City juga terus menempel ketat. Pertemuan langsung Arsenal dengan City di Etihad Stadium pada April berpotensi menjadi laga penentu dalam perburuan gelar.







