IKNPOS.ID – Juara dunia Formula 1, Lando Norris, menyatakan bahwa mobil McLaren MCL40 untuk musim 2026 belum menunjukkan kekuatan balap yang sama dengan musim lalu.
Tahun sebelumnya, McLaren muncul sebagai tim terkuat di akhir siklus aturan, dengan mobil yang sangat baik dalam mengelola suhu ban belakang, sehingga memperlambat degradasi dan memberikan keuntungan pada balapan.
Namun, dalam uji coba pra-musim di Bahrain, mobil baru ini belum mampu menandingi kecepatan para pesaing. Norris menjelaskan bahwa untuk mendekati performa lawan, mobil harus dipacu lebih keras pada sesi panjang, yang justru meningkatkan keausan ban.
“Dari apa yang kami lihat saat ini, belum,” ujar Norris ketika ditanya apakah keunggulan balap tahun lalu bisa diteruskan ke mobil baru.
Perbedaan Kunci Dengan Musim Lalu
Pada musim sebelumnya, keunggulan mobil McLaren memungkinkan tim untuk mengatur strategi dengan lebih fleksibel.
Norris menyebut, “Kami bisa hampir mengemudi lebih lambat saat masuk balapan, semuanya bekerja lebih baik, lalu kami bisa lebih cepat saat dibutuhkan. Saat ini, kami sedikit tertinggal.”
Norris menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan keseimbangan mobil, pendinginan ban, dan aspek teknis lain agar MCL40 bisa mendekati performa musim sebelumnya.
“Tim terus bekerja keras di setiap area, termasuk kecepatan balap dan manajemen ban. Tapi saat ini, kami masih perlu meningkatkan hampir di semua aspek,” katanya.
Hasil Uji Coba di Bahrain
Meski menghadapi tantangan performa, McLaren menunjukkan hasil positif pada uji coba Bahrain. Pada hari kedua, Oscar Piastri menggantikan Norris di siang hari dan membawa McLaren finis di posisi kedua.
Namun, Mercedes tetap menjadi yang tercepat pada kedua hari uji coba tersebut, menunjukkan bahwa kompetisi untuk kecepatan balap musim 2026 akan sangat ketat.
McLaren menekankan bahwa masih terlalu dini untuk menilai performa penuh MCL40, dan tim akan terus melakukan penyesuaian selama pra-musim. Norris berharap bahwa kekuatan yang membawa tim meraih gelar juara dunia sebelumnya tetap bisa dimanfaatkan, meski tantangan mobil baru cukup signifikan.







