IKNPOS.ID – Menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik Lebaran 2026, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan resmi mengaktifkan kembali Area Check-In Timur (Island B) mulai 12 Februari 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis menyusul prediksi peningkatan trafik penumpang yang signifikan, terutama setelah adanya program diskon angkutan mudik dari pemerintah tahun ini.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa reaktivasi area yang sebelumnya sempat dinonaktifkan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan penumpang.
Menurutnya, redistribusi titik check-in menjadi solusi efektif agar pergerakan calon penumpang lebih lancar.
Ia menambahkan, maskapai dengan volume penumpang tinggi kini dipusatkan di Area Timur.
Maskapai tersebut antara lain:
Garuda Indonesia
Citilink
Pelita Air
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di Area Barat sekaligus meningkatkan kesiapan layanan selama periode angkutan Lebaran 2026.
Transformasi Layanan Lebih Adaptif
Tak hanya membuka kembali area check-in, manajemen bandara juga melakukan transformasi layanan operasional secara menyeluruh.
Seluruh lini dikerahkan, meliputi:
Unit Landside
Customer Service
Aviation Security
Petugas disiagakan di berbagai titik untuk membantu penumpang beradaptasi dengan perubahan tata letak terminal.
Hal ini penting agar calon penumpang tidak kebingungan saat mencari konter check-in maskapai masing-masing.
Imbauan Datang Lebih Awal
Seiring adanya penyesuaian layout, pihak bandara mengimbau penumpang datang lebih awal, yakni minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan.
Tujuannya untuk:
Mempercepat proses drop bagasi
Menghindari antrean panjang
Mempermudah pencetakan boarding pass
Dengan tambahan island check-in, distribusi penumpang dinilai akan lebih merata sehingga proses keberangkatan bisa berjalan efisien.
Dampak Program Diskon Mudik
Reaktivasi Area Timur juga tidak lepas dari dampak kebijakan diskon transportasi mudik 2026 yang memicu lonjakan permintaan perjalanan udara.
Harga tiket yang lebih terjangkau membuat mobilitas masyarakat meningkat, terutama pada rute dari dan menuju Kalimantan.
Bandara Sepinggan sebagai salah satu gerbang utama di wilayah timur Indonesia pun harus melakukan penyesuaian kapasitas layanan.







