IKNPOS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan ketersediaan beras nasional tetap terjaga meskipun pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras pada kuartal I 2026.
Menurut Airlangga, jaminan tersebut didukung proyeksi kenaikan produksi beras selama periode Januari hingga Maret 2026, sehingga kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk program bantuan, dinilai masih dapat dipenuhi.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional pada triwulan I 2026 mencapai 10,16 juta ton. Angka ini meningkat 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,78 juta ton.
“Diperkirakan dengan kenaikan produksi yang ada, (pasokan bagi) bantuan sosial beras itu mencukupi,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (11/02).
Ia menjelaskan, program bansos beras menjadi bagian dari paket stimulus pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini.
Dalam skema tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada masyarakat desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN). Kelompok ini mencakup kategori sangat miskin hingga rentan miskin.
Tak hanya beras, penerima manfaat juga akan memperoleh tambahan bantuan berupa 2 liter minyak goreng.
“Kebijakan ini akan menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun,” tambahnya.
Airlangga berharap distribusi bantuan dapat berlangsung lancar seiring proyeksi kecukupan pasokan pada Maret mendatang. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar sistem logistik berjalan efektif.
“Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menjaga kelancaran logistik,” tutup dia.







