IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan yang modern, tetapi juga menjadi pusat inovasi pertanian yang berkelanjutan.
Konsep pertanian di IKN diarahkan sebagai bagian penting dari infrastruktur hijau dan sistem pangan berkelanjutan. Pertanian regeneratif menjadi andalan untuk mewujudkan visi tersebut.
“Pertanian di IKN bukan hanya sekadar menghasilkan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang lebih besar,” ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri.
Myrna menjelaskan bahwa sistem pangan di IKN dirancang tidak bergantung pada satu jenis komoditas.
Pola konsumsi masyarakat didorong beragam, mulai dari umbi-umbian, kacang-kacangan, hingga pangan lokal lain yang mendukung keberlanjutan pertanian.
“Keragaman konsumsi itu by design. Bukan sesuatu yang tidak dipikirkan, karena dari situ pola pertanian diarahkan pada agroforestri agar berbagai tanaman bisa tumbuh dalam satu lanskap,” jelasnya.
Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Salah satu fokus utama dalam pengembangan pertanian di IKN adalah mengurangi ketergantungan pada pupuk, benih, dan pestisida dari luar wilayah.
Untuk itu, Otorita IKN tengah mengembangkan kerangka praktik pertanian berkelanjutan melalui pendekatan pertanian regeneratif.
“Model ini telah diuji coba dan disosialisasikan kepada petani serta kampus pertanian sebagai laboratorium pembelajaran di kawasan IKN,” kata Myrna.
Myrna menegaskan pertanian di IKN merupakan bagian dari makro infrastruktur hijau yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau yang mencapai sekitar 75 persen wilayah.
Konsep tersebut menempatkan pertanian sebagai penopang ekologi sekaligus sistem ketahanan pangan kota.
Dengan mengembangkan pertanian regeneratif, IKN diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan pertanian di seluruh Indonesia.
Pertanian yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami berharap IKN dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan pertanian yang lebih baik,” pungkas Myrna.







