IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat strategi pembangunan sosial-ekonomi dengan menargetkan nol persen kemiskinan di kawasan IKN pada 2035. Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah penguatan ekosistem digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar IKN.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, menyampaikan bahwa berbagai program telah disiapkan untuk memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi pelaku utama dalam pembangunan IKN.
“Berbagai kegiatan dan program terus kami jalankan untuk mendukung pembangunan IKN, termasuk pencapaian target nol persen kemiskinan pada 2035,” ujar Conrita saat ditemui di kawasan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu.
UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi IKN
Menurut Conrita, penguatan ekosistem digital UMKM menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program yang dijalankan mencakup fasilitasi penjualan secara daring, promosi usaha, penyaluran insentif, hingga pelatihan peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Otorita IKN juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM agar mampu berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi, baik di wilayah inti IKN maupun daerah penyangga.
Kolaborasi dengan Bank Indonesia
Dalam upaya tersebut, Otorita IKN menggandeng Bank Indonesia (BI) sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini diwujudkan melalui lokakarya literasi keuangan digital dan edukasi legalitas produk UMKM, yang telah digelar di Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kedua wilayah ini merupakan bagian dari wilayah delineasi IKN yang memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga, mencakup 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja serta 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Samboja Barat.
120 Pelaku UMKM Dibekali Kompetensi Digital
Sebanyak 120 pelaku UMKM, masing-masing 60 orang dari Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, mendapatkan pembekalan terkait manajemen keuangan berbasis digital serta pemahaman legalitas usaha. Program ini bertujuan agar UMKM lokal semakin akuntabel, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.







