IKNPOS.ID – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kembali menarik minat berbagai lembaga pendidikan nasional. Kali ini datang dari dunia pesantren.
Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, berencana mendirikan pesantren sekaligus sekolah menengah kejuruan (SMK) di kawasan ibu kota baru.
Lembaga pendidikan tersebut akan diberi nama Syubbanul Wathon, dan ditargetkan mulai menerima peserta didik baru pada tahun 2027.
Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di IKN.
Pimpinan Ponpes API Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, mengungkapkan bahwa proyek ini sudah memasuki tahap awal.
Meski pembangunan fisik belum dimulai, pihaknya telah mendapatkan kepastian lokasi lahan.
“Setengah bulan yang lalu saya mengutus Gus Izzudin dan pengurus yayasan untuk bertemu Pak Basuki (Kepala Otorita IKN). Untuk satu hal, kita sudah dipastikan mendapatkan tanah dan posisi lahannya jelas,” ujar Gus Yusuf, Jumat (6/2/2026).
Lahan yang dialokasikan memiliki luas sekitar 1,2 hektare, cukup untuk pembangunan kompleks pesantren dan sekolah vokasi.
Menurut Gus Yusuf, pembangunan kemungkinan mulai difokuskan kembali setelah Ramadan.
“Mungkin setelah Lebaran nanti kita mulai konsentrasi lagi. Yang penting sekarang kita sudah dapat alokasi tanahnya,” jelasnya.
Usung Konsep Pesantren Berbasis Vokasi
Berbeda dari pesantren konvensional, Syubbanul Wathon di IKN akan mengusung konsep pesantren berbasis pendidikan vokasi.
Artinya, pendidikan karakter dan keagamaan akan berjalan beriringan dengan keterampilan kerja melalui SMK.
Model ini dinilai relevan dengan kebutuhan kawasan IKN yang masih dalam tahap pembangunan jangka panjang.
Jurusan Disesuaikan dengan Kebutuhan IKN
Menariknya, jurusan SMK yang akan dibuka tidak sembarangan.
Pihak pesantren merancang program studi yang selaras dengan peluang kerja di ibu kota baru, di antaranya:
Pariwisata
Perhotelan
Konstruksi
Infrastruktur pembangunan
“Jurusannya yang relate dengan kebutuhan IKN, seperti pariwisata karena akan banyak hotel, juga konstruksi karena pembangunan IKN ini masih akan berjalan 10 sampai 20 tahun ke depan,” terang Gus Yusuf.
Dengan begitu, lulusan diharapkan langsung siap terjun ke dunia kerja.
Target utama peserta didik adalah masyarakat lokal di sekitar kawasan IKN.
Pesantren ingin memastikan bahwa warga setempat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut menjadi pelaku utama.







