IKNPOS.ID – Memasuki awal tahun 2026, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki fase krusial. Fokus utama kini bukan lagi sekadar pembangunan fisik, melainkan kesiapan hunian dan perkantoran bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan mulai beraktivitas di pusat pemerintahan baru Indonesia.
Ribuan ASN dari 16 kementerian dan lembaga dijadwalkan mulai berkantor di IKN seiring rampungnya infrastruktur dasar tahap awal.
Proses transisi ini disebut menjadi salah satu tonggak penting menuju target besar: IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian terus digenjot demi memastikan proses hijrah ASN berjalan mulus dan terencana.
“Koordinasi kami lakukan secara intensif bersama Kementerian PANRB serta para sekretaris jenderal dari 16 kementerian dan lembaga,” ujar Basuki, Jumat (30/1/2026).
Menurut Basuki, koordinasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan hunian, perkantoran, hingga dukungan administratif agar ASN bisa langsung bekerja tanpa hambatan saat tiba di IKN.
Hunian ASN Tahap I Rampung 100 Persen
Salah satu sorotan utama dalam persiapan ini adalah rampungnya hunian ASN tahap pertama. Basuki memastikan bahwa Batch I pembangunan hunian telah selesai 100 persen.
“Batch I atau tahap pertama sudah tuntas 100 persen. Sekarang kita masuk ke Batch II,” ungkapnya.
Hunian ini akan menjadi tempat tinggal awal bagi ASN yang ditugaskan ke IKN, termasuk sejumlah staf Wakil Presiden yang sudah lebih dulu menempati Tower 1B.
Istana Wakil Presiden Siap, Gibran Sudah Meninjau
Tak hanya hunian ASN, Istana Wakil Presiden di IKN juga telah mencapai progres maksimal. Basuki menyebut, fisik bangunan kediaman sekaligus kantor Wapres Gibran Rakabuming Raka telah rampung sepenuhnya.
“Fisiknya sudah selesai 100 persen. Mestinya Januari–Februari ini sudah masuk tahap Provisional Hand Over (PHO),” jelasnya.
Menariknya, Basuki membocorkan bahwa Wapres Gibran secara personal telah meninjau langsung istana tersebut dan menyatakan kecocokannya dengan fasilitas yang tersedia.
“Enggak ada catatan khusus dari Mas Gibran. Beliau sudah merasa cocok. Di dalamnya juga ada kolam renang ukuran 50 meter,” kata Basuki.
Keseriusan pemindahan kantor Wapres juga terlihat dari langkah administratif. Sekitar 50 orang staf Wakil Presiden telah ditugaskan ke IKN untuk melakukan persiapan teknis di lapangan.






