IKNPOS.ID – Petani kopi di kawasan Agro Wisata Sukaraja mulai bertransformasi dari metode tradisional menuju praktik modern yang dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi liberika. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menggelar pelatihan intensif bagi petani lokal untuk menerapkan standar produksi kopi yang konsisten dan profesional.
Program ini berlangsung selama dua hari, melibatkan lebih dari 20 petani dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru. Para peserta mendapatkan pelatihan mulai dari teknik panen, sortasi biji kopi, fermentasi, hingga pascapanen dan pemasaran. Fokus utama diarahkan pada kualitas rasa dan aroma kopi agar dapat memenuhi kategori specialty grade, yang memiliki harga jual lebih tinggi di pasar lokal maupun internasional.
Edi Kuncoro, mentor dari P4S Rubath Kopi Jombang, menjelaskan bahwa perubahan kecil dalam proses pengolahan dapat berdampak besar pada kualitas kopi. “Mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi, semua tahap harus dilakukan dengan disiplin. Bila konsisten, kopi lokal bisa bersaing dengan produk unggulan dari daerah lain,” ujarnya.
Para petani merespons pelatihan ini dengan antusias. Bagio, salah satu peserta dari Desa Tengin Baru, mengaku sebelumnya hanya mengikuti kebiasaan turun-temurun. “Sekarang saya paham pentingnya proses pascapanen yang tepat. Ini membuka peluang untuk menjual kopi dengan harga lebih baik dan stabil,” katanya.
Kolaborasi antara Otorita IKN dan BI bertujuan membangun ekosistem pertanian kopi yang profesional dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mampu memasarkan produk yang lebih kompetitif, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat posisi kopi lokal di pasar.
Pelatihan ini menegaskan komitmen IKN untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui transformasi praktik pertanian tradisional menjadi produksi yang berkualitas tinggi dan bernilai tambah.







