IKNPOS.ID – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dipastikan akan mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 2026.
Kepastian ini menjadi sinyal kuat bahwa pemindahan pusat pemerintahan ke IKN bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah memasuki tahap yang semakin nyata.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, sebanyak 50 staf dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) telah lebih dulu ditugaskan ke IKN sejak Januari 2026. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan transisi pemerintahan berjalan mulus.
50 Staf Lebih Dulu Dikirim ke IKN
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa penugasan puluhan staf Wapres tersebut merupakan arahan langsung dari Gibran. Para staf ini bertugas melakukan berbagai persiapan teknis sebelum Wapres benar-benar berkantor penuh di IKN.
“Pak Wapres telah menugaskan 50 orang stafnya untuk melakukan persiapan-persiapan,” ujar Basuki dikutip dari Beritasatu.com.
Menurut Basuki, keberadaan para staf ini sangat penting untuk memastikan seluruh sistem kerja, administrasi, dan fasilitas pendukung siap digunakan saat Wapres mulai aktif berkantor di ibu kota baru.
Meski bangunan Istana Wakil Presiden di IKN sudah berdiri, Basuki menjelaskan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu dirampungkan, terutama terkait pengadaan furnitur.
Furnitur untuk Istana dan Kantor Wakil Presiden menjadi tanggung jawab Sekretariat Negara (Setneg).
Proses pengadaan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme lelang sesuai aturan yang berlaku.
“Furniture masih tanggung jawab Setneg. Pengadaannya harus melalui lelang, dan proses lelang paling cepat memakan waktu sekitar 45 hari,” jelas Basuki.
Hal inilah yang membuat Gibran belum bisa langsung berkantor di IKN dalam waktu dekat, meski secara fisik bangunan sudah siap.
Gibran Baru Ngantor Setelah Semua Fasilitas Siap
Basuki menegaskan, Gibran tidak akan berkantor di IKN sebelum seluruh fasilitas dinyatakan siap sepenuhnya. Mulai dari ruang kerja, fasilitas pendukung, hingga furnitur harus benar-benar siap agar aktivitas Wakil Presiden dapat berjalan optimal.
Saat ini, sejumlah pejabat dari Sekretariat Wakil Presiden juga telah melakukan peninjauan langsung ke IKN untuk memastikan kesiapan fasilitas yang ada. Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi sebelum Wapres benar-benar mulai berkantor.
Meski belum dapat memastikan tanggal pasti kapan Gibran akan mulai berkantor di IKN, Basuki memastikan hal itu akan terjadi pada 2026.
Keyakinan tersebut diperkuat oleh penugasan 50 staf serta kesiapan bangunan Istana Wakil Presiden yang sudah rampung secara struktural.
“Tahun ini, iya. Kalau tanggal pastinya belum,” kata Basuki.
Langkah-langkah persiapan yang dilakukan saat ini dinilai sudah cukup untuk menunjukkan bahwa pemindahan aktivitas Wakil Presiden ke IKN tinggal menunggu waktu.






