IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi magnet perhatian nasional! Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, baru saja melakukan sidak langsung untuk memantau progres pembangunan IKN Tahap II pada Kamis (29/01/2026). Hasilnya mengejutkan, proyek raksasa di Kalimantan Timur ini bukan cuma soal memindahkan meja kerja pejabat dari Jakarta, tapi sebuah lompatan besar menuju kota masa depan yang inklusif!
Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan bahwa proyek prestisius tersebut tetap berada pada jalur pemerataan pembangunan nasional. IKN diproyeksikan menjadi simbol daya saing Indonesia yang selaras dengan isu keberlanjutan global. Dengan konsep kota di tengah hutan, IKN siap membuktikan kepada dunia bahwa pembangunan infrastruktur bisa berjalan beriringan dengan kelestarian alam.
Kota Masa Depan Inklusif: Lebih dari Sekadar Pengganti Jakarta
Anggia Ermarini tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah Nusantara. Ia menegaskan bahwa misi besar di balik megaproyek ini jauh lebih mendalam daripada sekadar urusan administratif pemerintahan. Pemerataan ekonomi ke wilayah timur Indonesia menjadi taruhan utama dalam pembangunan pusat gravitasi baru ini.
“Kita senang sekali, ini pertama kali saya ke sini. Kita memang melihat bahwa pembangunan IKN ini tidak hanya mengganti pusat pemerintahan di Jakarta lalu kemudian ke Kalimantan Timur, tapi lebih dari itu adalah pemerataan pembangunan, membangun kota masa depan, dan meningkatkan daya saing. Ini kota yang berdiri di tengah hutan, dekat dengan alam, dan tentunya sangat in line dengan isu global,” tegas Anggia Ermarini saat memberikan keterangan di Nusantara.
Otorita IKN Diperingatkan: Kualitas Bangunan dan Pengelolaan Risiko Jadi Harga Mati
Meski memberikan dukungan penuh, Komisi VI DPR RI tetap memberikan catatan kritis bagi Otorita IKN. Anggia mengingatkan bahwa kesiapan sebuah ibu kota baru tidak hanya diukur dari megahnya gedung perkantoran. Aspek kelayakan huni, mitigasi risiko, hingga komunikasi transparan dengan masyarakat lokal menjadi poin krusial yang harus segera tuntas.







