Home News Isu Kota Hantu Terpatahkan? PSI Nilai IKN Justru Makin Dilirik Investor Asing
News

Isu Kota Hantu Terpatahkan? PSI Nilai IKN Justru Makin Dilirik Investor Asing

Share
Fasilitas canggih IKN siap huni
Testimoni para menteri saat menjajal fasilitas canggih IKN bersama Basuki Hadimuljono. Dari rusun ASN modern hingga air keran siap minum di kota masa depan.Foto:IG
Share

IKNPOS.ID – Masuknya investasi asing ke proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggandeng Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan properti asal Uni Emirat Arab (UEA).

Kerja sama tersebut dinilai sebagai sinyal positif atas keberlanjutan pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Pengurus DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ariyo Bimmo, menilai masuknya investor asing tersebut merupakan sesuatu yang logis dan rasional, bukan kejutan. Menurutnya, keputusan investor tidak lahir dari optimisme kosong, melainkan dari perhitungan matang terhadap arah kebijakan pemerintah.

Ariyo menegaskan bahwa investor bekerja berdasarkan kalkulasi rasional. Mereka membaca berbagai indikator penting, mulai dari kesinambungan pemerintahan hingga kepastian arah pembangunan nasional.

“Investor pada dasarnya bekerja dengan kalkulasi rasional. Mereka membaca gesture kebijakan, kesinambungan pemerintahan, dan kepastian arah pembangunan nasional,” ujar Ariyo kepada awak media, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan pembangunan IKN menjadi salah satu faktor kunci yang membuat investor percaya diri untuk menanamkan modalnya.

“Ketika itu terlihat jelas, maka keputusan investasi pun mengikuti,” lanjutnya.

Ariyo menyebut bahwa konsistensi kebijakan adalah modal utama dalam menarik investasi jangka panjang, terlebih untuk proyek besar seperti pembangunan ibu kota negara.

Lebih lanjut, Ariyo menilai masuknya Ayedh Dejem Group juga menandakan bahwa IKN dipandang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Investor, kata dia, tidak hanya melihat potensi jangka pendek, tetapi juga peluang pertumbuhan jangka panjang.

Menurutnya, pembangunan IKN bukan sekadar memindahkan pusat pemerintahan, melainkan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dirancang secara modern dan berkelanjutan.

“Masuknya investor adalah indikator bahwa IKN tidak dilihat sebagai proyek sementara, tetapi sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang akan berkembang dalam jangka panjang,” jelas Ariyo.

Di sisi lain, Ariyo turut menanggapi narasi yang kerap menyebut IKN sebagai “kota hantu”. Menurutnya, isu tersebut tidak relevan jika melihat kondisi faktual Indonesia saat ini.

Ia mencontohkan, dalam dua pekan terakhir, Jakarta kembali dilanda banjir dan kemacetan serius. Kondisi ini menunjukkan bahwa daya dukung lingkungan dan infrastruktur Jakarta semakin terbatas.

“Ini menandakan bahwa beban Jakarta sudah terlalu berat, baik secara ekonomi, administratif, maupun demografis,” ujarnya.

Ariyo menegaskan bahwa IKN justru dirancang sebagai solusi untuk mendistribusikan beban tersebut.

Menurut Ariyo, IKN dibangun dengan pendekatan perencanaan kota yang jauh lebih modern dibandingkan Jakarta. Konsep kota hijau, tata ruang yang terintegrasi, serta infrastruktur berkelanjutan menjadi fondasi utama pembangunan IKN.

“IKN dirancang untuk mendistribusikan beban ekonomi, administratif, dan demografis yang selama ini terlalu terpusat di Jakarta, dengan pendekatan perencanaan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” sambungnya.

Dengan desain tersebut, Ariyo yakin IKN akan mampu menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang bagi Indonesia.

Ariyo menekankan bahwa kehadiran investor asing merupakan indikator paling konkret dalam menilai kelayakan sebuah proyek. Jika IKN tidak realistis secara kebijakan dan ekonomi, investor tentu tidak akan mengambil risiko.

“Intinya, investor masuk bukan karena optimisme kosong, tetapi karena membaca arah kebijakan yang jelas dan kebutuhan objektif untuk mendistribusikan beban Jakarta,” pungkasnya.

Ia menilai kerja sama OIKN dengan Ayedh Dejem Group menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan IKN masih berada di jalur yang benar dan mendapatkan kepercayaan dari pelaku usaha global.

Ke depan, masuknya investor asing diharapkan dapat mempercepat pembangunan IKN sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam menjalankan proyek strategis nasional.

Share
Related Articles
Geger Kim Jong Un Luncurkan Rudal Balistik Lagi, China Langsung Pasang Badan Minta Ketenangan!
News

Geger Kim Jong Un Luncurkan Rudal Balistik Lagi, China Langsung Pasang Badan Minta Ketenangan!

IKNPOS.ID - Semenanjung Korea kembali membara! Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong...

MedcoEnergi Cetak Rekor Produksi Migas Tertinggi Sepanjang Sejarah, Saham MEDC Bakal To The Moon?
News

LUAR BIASA! MedcoEnergi Cetak Rekor Produksi Migas Tertinggi Sepanjang Sejarah

IKNPOS.ID - Kabar heboh datang dari raksasa energi tanah air! PT Medco...

TIKET JAKARTA – MEDAN TEMBUS Rp8 JUTA! Kemenhub Temukan Pola Licik Penjualan
News

TIKET JAKARTA – MEDAN TEMBUS Rp8 JUTA! Kemenhub Temukan Pola Licik Penjualan

IKNPOS.ID - Keluhan publik soal harga tiket pesawat domestik yang melonjak ekstrem...

Ekspor Batu Bara Bakal Dipajaki! Berlaku Surut Januari 2026?
News

Ekspor Batu Bara Bakal Dipajaki! Berlaku Surut Januari 2026?

IKNPOS.ID - Rencana pemerintah mengenakan bea keluar atas ekspor batu bara kembali...