IKNPOS.ID – Di balik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang masif, Kalimantan Timur menegaskan bahwa kekuatan utama bukan sekadar infrastruktur, melainkan sumber daya manusia lokal. Pemerintah provinsi menekankan kesiapan tenaga kerja Kaltim menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, dengan kompetensi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan dalam Diskusi Panel IKA FISIP Universitas Mulawarman bahwa pembangunan IKN harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal. “Transformasi Kaltim tidak hanya soal gedung dan jalan. Tenaga kerja lokal harus menjadi ujung tombak ekonomi, agar multiplier effect pembangunan benar-benar terasa,” katanya.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Kebijakan Kaltim menitikberatkan pada pengembangan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Program pelatihan, sertifikasi, dan pendidikan vokasi digalakkan untuk memastikan masyarakat lokal siap mengisi berbagai sektor strategis, mulai dari logistik, industri, hingga perdagangan global.
“Kami menyiapkan generasi muda Kaltim agar mampu bersaing di pasar kerja berskala internasional, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi daerah mitra IKN,” jelas Seno Aji. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan yang inklusif membutuhkan partisipasi aktif masyarakat lokal, bukan hanya investasi atau proyek fisik.
Pembagian Peran Wilayah Mitra
Pemprov Kaltim juga menyusun peta kebijakan berbasis potensi lokal. Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara diprioritaskan untuk pengembangan industri dan pertanian berbasis keahlian masyarakat. Sementara Samarinda dan Balikpapan difokuskan menjadi pusat logistik dan perdagangan internasional, di mana tenaga kerja lokal diharapkan mengisi posisi strategis.
“Dengan strategi berbasis manusia, setiap kabupaten dan kota memiliki peran nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi IKN. Bukan hanya menjadi lokasi proyek, tetapi pusat kompetensi yang kuat,” tambah Seno.
Sinkronisasi Kebijakan dan Pemberdayaan Lokal
Koordinasi antara pemerintah pusat melalui Otorita IKN dan pemerintah daerah menjadi kunci agar program pengembangan SDM dan sektor industri berjalan seiring. Kebijakan yang tepat akan memastikan pembangunan IKN selaras dengan kebutuhan riil masyarakat dan kearifan lokal.
Selain itu, fokus pada tenaga kerja lokal juga mendukung transformasi ekonomi Kaltim dari ketergantungan sumber daya alam menuju hilirisasi industri, menciptakan peluang kerja yang berkelanjutan, dan mendorong pemerataan manfaat pembangunan ke seluruh wilayah.







