IKNPOS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian besar terhadap standar menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Perubahan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi makanan rusak akibat jeda waktu panjang antara distribusi dan waktu konsumsi saat berbuka puasa.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, menu nasi kotak yang biasa dibagikan sementara tidak digunakan. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan pilihan makanan yang lebih awet dan aman dikonsumsi meski disimpan selama beberapa jam.
Langkah tersebut diambil menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas dan higienitas makanan MBG, terutama karena jam pulang sekolah tidak berdekatan dengan waktu berbuka puasa. Distribusi makanan segar dinilai berisiko jika tetap dipaksakan.
Fokus pada Menu Tahan Lama
Dadan mengungkapkan, BGN telah melakukan pemetaan terhadap jenis pangan yang mampu bertahan di suhu ruang tanpa mengurangi kandungan gizinya. Menu ini disiapkan khusus bagi siswa di wilayah dengan mayoritas penduduk muslim.
“Untuk yang dibawa ke rumah, untuk anak-anak sekolah itu akan tersebar menu yang tahan lama. Contohnya telur asin, telur rebus, telur pindang, kemudian susu, buah, kurma, abon, roti, atau penganan lokal yang bisa tahan sampai sore,” ujar Dadan usai bersilaturahim di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin, 27 Januari 2026.
Ia menegaskan, perubahan menu ini bertujuan mencegah pemborosan program MBG akibat makanan yang terlanjur basi sebelum dikonsumsi. Pilihan seperti telur pindang dan abon dinilai lebih aman karena memiliki kadar air rendah, sehingga tidak mudah ditumbuhi bakteri dibandingkan lauk basah.
Skema Khusus untuk Balita dan Pesantren
Dadan menambahkan, kebijakan menu awet tidak berlaku bagi seluruh penerima manfaat. Untuk balita dan ibu hamil, distribusi makanan tetap berjalan seperti biasa karena kelompok tersebut tidak diwajibkan menjalankan puasa.
Sementara itu, pola distribusi di lingkungan pesantren dibuat berbeda. Karena santri tinggal di asrama, BGN menerapkan konsep “dapur sore” dengan penyesuaian waktu memasak.






