IKNPOS.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1) pagi, memicu guncangan luas hingga ke Pulau Bali dan Lombok.
Meski getaran terasa cukup signifikan di berbagai wilayah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa peristiwa ini tidak berisiko tsunami.
Berdasarkan analisis terbaru, pusat gempa terletak di darat pada koordinat 8,18 LS dan 111,33 BT, tepatnya 24 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman menengah yakni 122 kilometer.
Analisis BMKG: Mekanisme Patahan Naik
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono melalui keterangannya yang diterima di Denpasar, Bali, Selasa.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan pemantauan teknis, pergerakan lempeng tersebut menunjukkan karakteristik tertentu. “Hasil analisis mekanisme sumber, ucap dia, menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” tuturnya.
Dampak Guncangan: Dari Jawa Tengah hingga NTB
Guncangan gempa ini dirasakan dengan intensitas yang beragam di puluhan kabupaten/kota:
Skala III-IV MMI (Terasa nyata di dalam rumah): Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung.
Skala III MMI (Getaran seperti truk melintas): Denpasar, Kuta, Karangasem, Madiun, Jember, Mojokerto, Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar.
Skala II MMI (Benda gantung bergoyang): Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, hingga Mataram.
Di Denpasar, sejumlah warga sempat dikejutkan oleh durasi getaran. Agung Ayu, seorang warga yang saat kejadian berada di lantai empat sebuah rumah sakit, mengaku sempat ragu sebelum memastikan informasi melalui kanal resmi.
“Lumayan kaget, benar tidak itu gempa. Ternyata setelah cek BMKG ternyata ada gempa, tapi bukan pusat di Bali,” katanya.
Kondisi Terkini: Nihil Laporan Kerusakan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa menengah tersebut. BMKG terus melakukan pemantauan terhadap potensi gempa susulan.
“Hingga saat ini, lanjut dia, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar Daryono.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi @infoBMKG. *







